Dalai Lama bertemu Kongres AS, China marah
Jum'at, 07 Maret 2014 - 23:45 WIB
Dalai Lama bertemu Kongres AS, China marah
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah China menyatakan kemarahan atas pertemuan Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama dengan Kongres Amerika Serikat (AS). Dalam pertemuan dengan Kongres AS itu, Dalai Lama menekankan pelestarian budaya Tibet.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang, mengatakan, China menyebut pertemuan itu telah meluncurkan representasi serius dengan AS.
"Dia (Dalai Lama) adalah pengasingan politik yang telah lama terlibat dalam kegiatan separatis anti China di bawah jubah agama," kata Gang, Jumat (7/3/2014), seperti dikutip dari Reuters.
"China mendesak Kongres AS untuk mematuhi komitmennya untuk mengakui Tibet sebagai bagian dari China, tidak mendukung kemerdekaan Tibet, berhenti mencampuri urusan dalam negeri China yang terkait dengan Tibet,” lanjut Gang.
Juru bicara itu menambahkan, Pemerintah China juga meminta AS berhenti berkomplot dan mendukung kegiatan separatis anti China yang dilakukan oleh kelompok pendukung kemerdekaan Tibet.
Sebelumnya dalam pertemuan dengan Dalai Lama, Presiden AS Barack Obama menyerukan perlindungan hak-hak warga Tibet. Hingga kini, warga Tibet merasa ditindas oleh Pemerintah China.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Qin Gang, mengatakan, China menyebut pertemuan itu telah meluncurkan representasi serius dengan AS.
"Dia (Dalai Lama) adalah pengasingan politik yang telah lama terlibat dalam kegiatan separatis anti China di bawah jubah agama," kata Gang, Jumat (7/3/2014), seperti dikutip dari Reuters.
"China mendesak Kongres AS untuk mematuhi komitmennya untuk mengakui Tibet sebagai bagian dari China, tidak mendukung kemerdekaan Tibet, berhenti mencampuri urusan dalam negeri China yang terkait dengan Tibet,” lanjut Gang.
Juru bicara itu menambahkan, Pemerintah China juga meminta AS berhenti berkomplot dan mendukung kegiatan separatis anti China yang dilakukan oleh kelompok pendukung kemerdekaan Tibet.
Sebelumnya dalam pertemuan dengan Dalai Lama, Presiden AS Barack Obama menyerukan perlindungan hak-hak warga Tibet. Hingga kini, warga Tibet merasa ditindas oleh Pemerintah China.
(esn)