Rusia: Crimea punya hak gelar referendum
Jum'at, 07 Maret 2014 - 18:46 WIB
Rusia: Crimea punya hak gelar referendum
A
A
A
Sindonews.com – Keputusan Parlemen Crimea menggelar referendum untuk menentukan apakah wilayah itu akan bergabung ke Rusia atau tetap menjadi bagian dari Ukraina, menuai kecaman dunia Barat.
Namun, menurut parlemen Rusia, Crimea memiliki hak untuk melakukan refendrum. Mengesampingkan dugaan Rusia akan menyerang Ukraina, Kepala Federasi Dewan Rusia, Valentina Matviyenko, mendukung penuh keputusan Parlemen Crimea untuk melangsungkan referendum pada 16 Maret mendatang.
“Kemarin kita belajar tentang keputusan bersejarah yang diambil oleh Parlemen Crimea untuk mengadakan referendum, untuk bergadung dengan Federasi Rusia,” ungkap Valentina Matviyenko, seperti dilansir Reuters, Jumat (7/3/2014).
"Tanpa diragukan lagi, Parlemen Crimea sebagai otoritas yang sah, memiliki hak untuk melangsungkan referendum. Mereka negara berdaulat yang memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka," Matviyenko menambahkan.
Matviyenko juga menolak dugaan akan terjadi perang antara Ukraina dan Rusia setelah Presiden Putin mengungkapkan bahwa Rusia memiliki hak ikut campur di Ukraina jika situasi di sana memburuk.
"Ini omong kosong. Itu benar-benar tidak mencerminkan niat kami. Perasaan empati dan rasa sakit yang kita rasakan untuk orang-orang Ukraina. Kami benar-benar yakin, bahwa tidak akan pernah ada perang antara kedua negara," tegas Matviyenko.
Namun, menurut parlemen Rusia, Crimea memiliki hak untuk melakukan refendrum. Mengesampingkan dugaan Rusia akan menyerang Ukraina, Kepala Federasi Dewan Rusia, Valentina Matviyenko, mendukung penuh keputusan Parlemen Crimea untuk melangsungkan referendum pada 16 Maret mendatang.
“Kemarin kita belajar tentang keputusan bersejarah yang diambil oleh Parlemen Crimea untuk mengadakan referendum, untuk bergadung dengan Federasi Rusia,” ungkap Valentina Matviyenko, seperti dilansir Reuters, Jumat (7/3/2014).
"Tanpa diragukan lagi, Parlemen Crimea sebagai otoritas yang sah, memiliki hak untuk melangsungkan referendum. Mereka negara berdaulat yang memiliki hak untuk menentukan masa depan mereka," Matviyenko menambahkan.
Matviyenko juga menolak dugaan akan terjadi perang antara Ukraina dan Rusia setelah Presiden Putin mengungkapkan bahwa Rusia memiliki hak ikut campur di Ukraina jika situasi di sana memburuk.
"Ini omong kosong. Itu benar-benar tidak mencerminkan niat kami. Perasaan empati dan rasa sakit yang kita rasakan untuk orang-orang Ukraina. Kami benar-benar yakin, bahwa tidak akan pernah ada perang antara kedua negara," tegas Matviyenko.
(esn)