Dokter satwa Inggris desak setop sembelih hewan berdalih halal
Jum'at, 07 Maret 2014 - 16:41 WIB
Dokter satwa Inggris desak setop sembelih hewan berdalih halal
A
A
A
Sindonews.com -Presiden Asosiasi Kedokteran Hewan Inggris (BVA), John Blackwell, menyerukan diakhirinya penyembelihan hewan untuk menghasilkan daging halal sesuai tuntutan agama. Pembunuhan hewan dengan penyembelihan, dia anggap terlalu menyiksa.
Blackwell menyadari seruannya itu akan memicu polemik dari kalangan Muslim dan Yahudi. Sebab, kedua agama ini menyatakan, hewan yang halal untuk dimakan dagingnya, salah satunya dengan cara disembelih. Untuk itu, Blackwell akan membahas masalah itu dengan komunitas Muslim dan Yahudi di Inggris.
“Ada kepekaan seputar masalah ini. Ada perdebatan peruhal keyakinan yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, yang mungkin benar pada saat itu,” kata Blackwell, kemarin, seperti dilansir Guardian.
”Praktek ini (penyembelihan) tidak manusiawi dan menyebabkan penderitaan pada hewan saat menjelang ajal,” imbuh Blackwell. ”Kami telah mencoba untuk tetap keluar dari ranah keagamaan. Ini bukan serangan terhadap keyakinan agama, ini adalah pandangan bahwa kita telah merampas kesejahteraan hewan,” lanjut dia.
Menanggapi seruan Blackwell, Wakil Presiden Dewan Deputi Yahudi Inggris, Jonathan Arkush, langsung mengecamnya. ”Saya benar-benar menyesal atas pernyataan John Blackwell, yang benar-benar menyesatkan,” ujarnya seperti dilansir Mail Online, Jumat (7/3/2014).
Larangan penyembelihan hewan, beberapa waktu lalu juga muncul di Denmark. Menteri Denmark untuk urusan Makanan dan Agama, Dan Jorgensen, menyatakan, “hak-hak hewan datang sebelum agama”. Larangan itu juga menuai pertentangan dari komunitas Yahudi setempat.
Blackwell menyadari seruannya itu akan memicu polemik dari kalangan Muslim dan Yahudi. Sebab, kedua agama ini menyatakan, hewan yang halal untuk dimakan dagingnya, salah satunya dengan cara disembelih. Untuk itu, Blackwell akan membahas masalah itu dengan komunitas Muslim dan Yahudi di Inggris.
“Ada kepekaan seputar masalah ini. Ada perdebatan peruhal keyakinan yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, yang mungkin benar pada saat itu,” kata Blackwell, kemarin, seperti dilansir Guardian.
”Praktek ini (penyembelihan) tidak manusiawi dan menyebabkan penderitaan pada hewan saat menjelang ajal,” imbuh Blackwell. ”Kami telah mencoba untuk tetap keluar dari ranah keagamaan. Ini bukan serangan terhadap keyakinan agama, ini adalah pandangan bahwa kita telah merampas kesejahteraan hewan,” lanjut dia.
Menanggapi seruan Blackwell, Wakil Presiden Dewan Deputi Yahudi Inggris, Jonathan Arkush, langsung mengecamnya. ”Saya benar-benar menyesal atas pernyataan John Blackwell, yang benar-benar menyesatkan,” ujarnya seperti dilansir Mail Online, Jumat (7/3/2014).
Larangan penyembelihan hewan, beberapa waktu lalu juga muncul di Denmark. Menteri Denmark untuk urusan Makanan dan Agama, Dan Jorgensen, menyatakan, “hak-hak hewan datang sebelum agama”. Larangan itu juga menuai pertentangan dari komunitas Yahudi setempat.
(mas)