Gunakan kata Allah Malaysia larang komik Ultraman
Jum'at, 07 Maret 2014 - 15:44 WIB
Gunakan kata Allah Malaysia larang komik Ultraman
A
A
A
Sindonews.com - Malaysia telah melarang peredaran terjemahan dari komik “Ultraman” asal Jepang. Musababnya, dalam komik superhero asal Jepang itu, ada kata”Allah” di dalamnya.
Kementerian terkait yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri dan sensor, mengatakan, komik “Ultraman dan Ultra Power” mengandung unsur-unsur yang dapat merusak ketertiban umum dan moral.
“Ultraman adalah tokoh yang diidolakan oleh anak-anak, dan (di komik) menyamakan dia dengan ‘Allah’ akan membingungkan pemuda Muslim dan merusak iman mereka,” bunyi pernyataan kementerian itu, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (7/3/2014).
Penggunaan kata “Allah” dalam komik tersebut, menurut kementerian itu juga dapat memprovokasi umat Muslim dan mengancam keselamatan publik.
Penggunaan kata “Allah” di negara itu sendiri eksklusif untuk kaum Muslim, setelah pengadilan setempat memutuskan larangan penggunaannya bagi warga non-Muslim. Larangan itu, hingga kini masih menuai kontroversi di tengah-tengah publik Malaysia.
Ultraman sendiri sejatinya, adalah tokoh fiksi superhero Jepang yang berjuang melawan monster setinggi gedung pencakar langit. Tokoh Ultraman muncul pertama kali di televisi Jepang pada tahun 1960-an.
Larangan itu langsung memicu ejekan luas dari warga Malaysia pengguna Facebook dan Twitter. Salah satu yang ikut mengkritik adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Khairy Jamaluddin.
Kementerian terkait yang bertanggung jawab atas keamanan dalam negeri dan sensor, mengatakan, komik “Ultraman dan Ultra Power” mengandung unsur-unsur yang dapat merusak ketertiban umum dan moral.
“Ultraman adalah tokoh yang diidolakan oleh anak-anak, dan (di komik) menyamakan dia dengan ‘Allah’ akan membingungkan pemuda Muslim dan merusak iman mereka,” bunyi pernyataan kementerian itu, seperti dilansir Channel News Asia, Jumat (7/3/2014).
Penggunaan kata “Allah” dalam komik tersebut, menurut kementerian itu juga dapat memprovokasi umat Muslim dan mengancam keselamatan publik.
Penggunaan kata “Allah” di negara itu sendiri eksklusif untuk kaum Muslim, setelah pengadilan setempat memutuskan larangan penggunaannya bagi warga non-Muslim. Larangan itu, hingga kini masih menuai kontroversi di tengah-tengah publik Malaysia.
Ultraman sendiri sejatinya, adalah tokoh fiksi superhero Jepang yang berjuang melawan monster setinggi gedung pencakar langit. Tokoh Ultraman muncul pertama kali di televisi Jepang pada tahun 1960-an.
Larangan itu langsung memicu ejekan luas dari warga Malaysia pengguna Facebook dan Twitter. Salah satu yang ikut mengkritik adalah Menteri Pemuda dan Olahraga, Khairy Jamaluddin.
(mas)