Menlu Iran: Amerika lupa mana kawan, mana lawan
Jum'at, 07 Maret 2014 - 14:52 WIB
Menlu Iran: Amerika lupa mana kawan, mana lawan
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Mohammad Javad Zarif, mengemukakan perspektifnya mengenai kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Dalam pidatonya di Hotel Borobudur, Jumat (7/3/2014), Zarif menggambarkan kebijakan luar negeri Amerika Serikat berstandar ganda.
Menurut Zarid Amerika, terkadang suka membolak-balikan fakta. "Amerika terkadang seakan-akan lupa mana kawan mereka, dan mana musuh mereka. contohnya Irak, walaupun bisa dibilang sekutu mereka, tapi Amerika masih tetap melakukan invasi di sana,” ucap Zarif.
Zarif selama ini dikenal vokal dalam mengkritisi kebijakan luar negeri yang dikeluarkan Amerika Serikat dan Israel. Menurut dia Israel suka bersembunyi di balik kabut konflik yang mereka ciptakan. Tujuannya, untuk menutupi kesalahan terhadap apa yang telah mereka lakukan.
Menlu Iran melakukan kunjungan ke Indonesia sejak kemarin hingga hari ini (7/3/2014). Pagi tadi, setelah menyampaikan pidato kenegaraan di Hotel Borobudur, dia berencana untuk bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Istana Kepresidenan.
Kunjungan ini ditunjukan untuk memperkuat kerjasama bilateral Indonesia dan Iran. Zarif menganggap Indonesia sebagai saudara di bidang ekonomi dan HAM.
Menurut Zarid Amerika, terkadang suka membolak-balikan fakta. "Amerika terkadang seakan-akan lupa mana kawan mereka, dan mana musuh mereka. contohnya Irak, walaupun bisa dibilang sekutu mereka, tapi Amerika masih tetap melakukan invasi di sana,” ucap Zarif.
Zarif selama ini dikenal vokal dalam mengkritisi kebijakan luar negeri yang dikeluarkan Amerika Serikat dan Israel. Menurut dia Israel suka bersembunyi di balik kabut konflik yang mereka ciptakan. Tujuannya, untuk menutupi kesalahan terhadap apa yang telah mereka lakukan.
Menlu Iran melakukan kunjungan ke Indonesia sejak kemarin hingga hari ini (7/3/2014). Pagi tadi, setelah menyampaikan pidato kenegaraan di Hotel Borobudur, dia berencana untuk bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudoyono di Istana Kepresidenan.
Kunjungan ini ditunjukan untuk memperkuat kerjasama bilateral Indonesia dan Iran. Zarif menganggap Indonesia sebagai saudara di bidang ekonomi dan HAM.
(esn)