DPR Crimea & Sevastopol pilih gabung dengan Rusia
Jum'at, 07 Maret 2014 - 09:59 WIB
DPR Crimea & Sevastopol pilih gabung dengan Rusia
A
A
A
Sindonews.com - Parlemen Crimea dan Sevastopol telah memberikan suaranya memilih bergabung dengan Rusia, ketimbang bergabung dengan Ukraina yang didukung Barat. Parlemen dua wilayah Ukraina itu sudah memberikan suara, meski referendum masih akan digelar dalam 10 hari.
“Parlemen Crimea, menjadi bagian dari Federasi Rusia sebagai wilayah konstituen,” bunyi pernyataan parlemen itu, seperti dilansir Rusia Today (RT), Jumat (7/3/2014). Dalam pemungutan suara, sebanyak 78 anggota parlemen mengatakan “ya” untuk Crimea bergabung dengan Rusia. Sedangkan 8 anggota lain memilih abstain.
Keputusan parlemen Crimea itu disambut sorak-sorai ketika diumumkan di hadapan ribuan orang yang menunggu di luar gedung parlemen. Ribuan orang meneriakkan “Rusia!”. Parlemen juga telah membuat keputusan untuk meminta pemimpin Rusia membuat prosedur agar Crimea menjadi bagian dari Rusia.
Sedangkan Dewan Kota Sevastopol juga sama seperti langkah Crimea. Namun, warga di kota itu tetap akan menentukan suara untuk memilih bergabung dengan Rusia atau Ukraina pada referendum 16 Maret 2014.
Juru bicara parlemen Crimea, Vladimir Konstantinov, menjelaskan bahwa, keputusan parlemen yang memilih Crimea bergabung dengan Rusia telah disetujui. Meski referendum resmi masih akan digelar dua pekan lagi.”Kami tidak terburu-buru, tapi itulah apa tuntutan situasi saat ini,” kata Konstantinov kepada Itar-Tass.
“Parlemen Crimea, menjadi bagian dari Federasi Rusia sebagai wilayah konstituen,” bunyi pernyataan parlemen itu, seperti dilansir Rusia Today (RT), Jumat (7/3/2014). Dalam pemungutan suara, sebanyak 78 anggota parlemen mengatakan “ya” untuk Crimea bergabung dengan Rusia. Sedangkan 8 anggota lain memilih abstain.
Keputusan parlemen Crimea itu disambut sorak-sorai ketika diumumkan di hadapan ribuan orang yang menunggu di luar gedung parlemen. Ribuan orang meneriakkan “Rusia!”. Parlemen juga telah membuat keputusan untuk meminta pemimpin Rusia membuat prosedur agar Crimea menjadi bagian dari Rusia.
Sedangkan Dewan Kota Sevastopol juga sama seperti langkah Crimea. Namun, warga di kota itu tetap akan menentukan suara untuk memilih bergabung dengan Rusia atau Ukraina pada referendum 16 Maret 2014.
Juru bicara parlemen Crimea, Vladimir Konstantinov, menjelaskan bahwa, keputusan parlemen yang memilih Crimea bergabung dengan Rusia telah disetujui. Meski referendum resmi masih akan digelar dua pekan lagi.”Kami tidak terburu-buru, tapi itulah apa tuntutan situasi saat ini,” kata Konstantinov kepada Itar-Tass.
(mas)