Menlu Rusia tolak bertemu Menlu Ukraina, AS kesal
Kamis, 06 Maret 2014 - 17:32 WIB
Menlu Rusia tolak bertemu Menlu Ukraina, AS kesal
A
A
A
Sindonews.com – Negoisasi yang dirancang Amerika Serikat untuk mempertemukan kubu Pemerintah Rusia dan pemerintah baru Ukraina gagal. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov menolak untuk bertemu Menlu Ukraina, Andriy Deshchytsia, di Paris, Kamis (4/3/2014).
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, menyampaikan kekesalannya atas sikap Rusia yang menolak untuk bernegosiasi dengan pemerintah baru Ukraina. Rusia bersikeras menolak mengakui pemerintah baru Ukraina, setelah mengkudeta sekutunya, Presiden Viktor Yanukovych.
”Rusia telah membuat pilihan, dan kami telah dengan jelas menyatakan bahwa itu adalah pilihan yang salah, itu adalah pilihan yang mendukung pergerakan pasukan Rusia ke Crimea,” kata Kerry, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Associated Press, Deshchytsia berharap bisa berbicara singkat dengan Lavrov. Menurutnya, Ukraina telah menawarkan otonomi yang lebih besar untuk Crimea.
“Posisi kami adalah untuk menggunakan semua cara-cara damai, semua cara diplomatik untuk menyelesaikan masalah tanpa ada korban dan tragedi, dan tanpa mengambil wilayah,” kata Deshchytsia. ”Kami tidak ingin perang dengan Rusia.”
Berbicara secara terpisah, Lavrov mengatakan, pihaknya sepakat untuk melanjutkan pembicaraan dalam beberapa hari mendatang.”Tentang bagaimana kami dapat membantu menormalkan situasi dan mengatasi krisis,” ujarnya.
Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, menyampaikan kekesalannya atas sikap Rusia yang menolak untuk bernegosiasi dengan pemerintah baru Ukraina. Rusia bersikeras menolak mengakui pemerintah baru Ukraina, setelah mengkudeta sekutunya, Presiden Viktor Yanukovych.
”Rusia telah membuat pilihan, dan kami telah dengan jelas menyatakan bahwa itu adalah pilihan yang salah, itu adalah pilihan yang mendukung pergerakan pasukan Rusia ke Crimea,” kata Kerry, seperti dikutip Reuters.
Sementara itu, dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Associated Press, Deshchytsia berharap bisa berbicara singkat dengan Lavrov. Menurutnya, Ukraina telah menawarkan otonomi yang lebih besar untuk Crimea.
“Posisi kami adalah untuk menggunakan semua cara-cara damai, semua cara diplomatik untuk menyelesaikan masalah tanpa ada korban dan tragedi, dan tanpa mengambil wilayah,” kata Deshchytsia. ”Kami tidak ingin perang dengan Rusia.”
Berbicara secara terpisah, Lavrov mengatakan, pihaknya sepakat untuk melanjutkan pembicaraan dalam beberapa hari mendatang.”Tentang bagaimana kami dapat membantu menormalkan situasi dan mengatasi krisis,” ujarnya.
(mas)