Kritik Rusia, tapi NATO bunuh 5 tentara Afghanistan
Kamis, 06 Maret 2014 - 14:37 WIB
Kritik Rusia, tapi NATO bunuh 5 tentara Afghanistan
A
A
A
Sindonews.com – Di saat pihak NATO mengkritik keras kebijakan militer Rusia di Ukraina, pasukan NATO justru melakukan serangan udara di Afghanistan timur dan menewaskan lima tentara di negara itu. Serangan udara itu tersebut berlangsung Kamis (6/3/2014).
Operasi pasukan koalisi NATO pimpinan AS di Afghanistan, berulang kali dikritik Presiden Afghanistan, Hamid Karzai. Sebab, serangan yang diklaim untuk menumpas militan bersenjata itu, kerap menyasar warga sipil.
Sedangkan serangan udara NATO pada hari ini, dilakukan pada dini hari. ”Pada pukul 03.30 pagi ini (waktu Afghanistan), serangan udara NATO di Distrik Charkh, Provinsi Logar, lima anggota layanan dari Tentara Nasional Afghanistan tewas dan delapan lainnya luka-luka,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Zahir Azimi melalui akun Twitter-nya.
Sementara itu, Khalilullah Kamal, Gubernur Distrik Charkh, mengatakan kepada AFP, bahwa ia telah mengunjungi lokasi serangan, yang diklaim dilakukan dengan sebuah pesawat tak berawak atau drone militer AS. ”Ini benar-benar hancur,” katanya.
”Orang-orang Amerika seharusnya berada di pos itu, tetapi karena mereka meninggalkannya, maka tentara Afghanistan yang mengambil alih. Serangan itu dilakukan oleh pesawat,” lanjut dia.
Operasi pasukan koalisi NATO pimpinan AS di Afghanistan, berulang kali dikritik Presiden Afghanistan, Hamid Karzai. Sebab, serangan yang diklaim untuk menumpas militan bersenjata itu, kerap menyasar warga sipil.
Sedangkan serangan udara NATO pada hari ini, dilakukan pada dini hari. ”Pada pukul 03.30 pagi ini (waktu Afghanistan), serangan udara NATO di Distrik Charkh, Provinsi Logar, lima anggota layanan dari Tentara Nasional Afghanistan tewas dan delapan lainnya luka-luka,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan, Zahir Azimi melalui akun Twitter-nya.
Sementara itu, Khalilullah Kamal, Gubernur Distrik Charkh, mengatakan kepada AFP, bahwa ia telah mengunjungi lokasi serangan, yang diklaim dilakukan dengan sebuah pesawat tak berawak atau drone militer AS. ”Ini benar-benar hancur,” katanya.
”Orang-orang Amerika seharusnya berada di pos itu, tetapi karena mereka meninggalkannya, maka tentara Afghanistan yang mengambil alih. Serangan itu dilakukan oleh pesawat,” lanjut dia.
(mas)