Lantaran kampanye anti-Syiah, produk Malaysia di Iran diboikot
Rabu, 05 Maret 2014 - 14:16 WIB
Lantaran kampanye anti-Syiah, produk Malaysia di Iran diboikot
A
A
A
Sindonews.com – Produk-produk Malaysia di Teheran diboikot, termasuk produk dari Petronas. Pemboikotan itu, sebagai imbas dari kampanye anti-Syiah yang disuarakan United Malaysia National Organisation (UMNO), partai politik terbesar di Malaysia.
Namun, Direktur Eksekutif Malaysia Iran Corporation, Azizi Ahmad, mengklaim, boikot itu tidak kebijakan resmi Pemerintah Iran, melainkan inisiatif individu di Iran.Warga Iran, tidak senang dengan kampanye yang menjelek-jelekkan kaum Muslim Syiah di Malaysia.
”Sejak kampanye anti-Syiah di Malaysia tahun lalu, pengusaha Iran menolak untuk membeli produk buatan Malaysia,” ujar Azizi kepada Malaysia Insider, Rabu (5/3/2014), di Kuala Lumpur .
Perusahaan pemerintah, lanjut dia, juga akan menghadapi masalah yang sama. Gerakan pemboikotan itu, tidak lepas dari pengaruh ulama di Teheran. ”Jika ulama mereka mulai memberitakan, bahwa Iran harus berhenti berurusan dengan Malaysia, kita akan berada dalam masalah serius,” ucapnya.
Kampanye anti-Syiah di Malaysia, menurut Azizi, tidak hanya jadi masalah buat dirinya di Iran. Tapi di dalam negeri Malaysia. Sebab, warga Malaysia menduduhnya sebagai simpatisan kaum Syiah karena menjalin hubungan dengan Iran.
Seorang pejabat dari Kedutaan Besar Iran di Kuala Lumpur mengakui bahwa perdagangan antara Malaysia dan Iran telah menurun dalam dua bulan pertama tahun ini. Namun, pejabat, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan ia tidak mendengar adanya pemboikotan atas barang Malaysia di Iran.
Namun, Direktur Eksekutif Malaysia Iran Corporation, Azizi Ahmad, mengklaim, boikot itu tidak kebijakan resmi Pemerintah Iran, melainkan inisiatif individu di Iran.Warga Iran, tidak senang dengan kampanye yang menjelek-jelekkan kaum Muslim Syiah di Malaysia.
”Sejak kampanye anti-Syiah di Malaysia tahun lalu, pengusaha Iran menolak untuk membeli produk buatan Malaysia,” ujar Azizi kepada Malaysia Insider, Rabu (5/3/2014), di Kuala Lumpur .
Perusahaan pemerintah, lanjut dia, juga akan menghadapi masalah yang sama. Gerakan pemboikotan itu, tidak lepas dari pengaruh ulama di Teheran. ”Jika ulama mereka mulai memberitakan, bahwa Iran harus berhenti berurusan dengan Malaysia, kita akan berada dalam masalah serius,” ucapnya.
Kampanye anti-Syiah di Malaysia, menurut Azizi, tidak hanya jadi masalah buat dirinya di Iran. Tapi di dalam negeri Malaysia. Sebab, warga Malaysia menduduhnya sebagai simpatisan kaum Syiah karena menjalin hubungan dengan Iran.
Seorang pejabat dari Kedutaan Besar Iran di Kuala Lumpur mengakui bahwa perdagangan antara Malaysia dan Iran telah menurun dalam dua bulan pertama tahun ini. Namun, pejabat, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan ia tidak mendengar adanya pemboikotan atas barang Malaysia di Iran.
(mas)