Dua WNI ditembak mati setelah habisi polisi Malaysia
Rabu, 05 Maret 2014 - 13:13 WIB
Dua WNI ditembak mati setelah habisi polisi Malaysia
A
A
A
Sindonews.com – Dua warga negara Indonesia (WNI) ditembak mati oleh polisi Diraja Malaysia, setelah mereka menyerang dan menewaskan salah seorang polisi Malaysia.
Keduanya ditembak mati saat mecoba menganggalkan penangkapan tiga orang yang diduga WNI yang ditangkap di Taman Sentosa, Port Klang, Malaysia.
Seorang polisi Malaysia tewas dengan luka gorokan di leher, setelah terlibat perkelahian, di Taman Sentosa, kemarin (4/3/2014). Polisi lain, mengalami luka prah.
Kepala Deputi Senior Polisi Selangor, Komandan Datuk Mohd Shukri Dahlan, mengatakan dua polisi, yakni, Raja Mohd Aizam dan Mohd Aidil Mustafa, awalnya berpatroli di daerah tersebut dengan mobil mereka. Patroli berhenti, ketika polisi melihat sekelompok orang berjalan di pinggri jalan.
“Mereka berhenti mendekati kelompok itu, dan mulai bertanya kepada mereka. Salah seorang pria menjadi agresif ketika polisi menangkap tiga teman perempuan mereka,” kata Mohd Shukri kepada wartawan, seperti dilansir The Star, Rabu (5/3/2014).
”Salah satu tersangka mengeluarkan pisau dan menggorok leher Raja Aizam, serta merebut pistolnya,” lanjut dia.”Tersangka mencoba menembakkan pistol itu, tapi gagal. Sedangkan Mohd Aidil terluka senjata tajam di bagian wajahnya, tapi dia berhasil meraih pistolnya.”
”Dia (Mohd Aidil) kemudian menembak dan menewaskan dua tersangka menggunakan pistolnya,” ujar Mohd Shukri. Shukri melanjutkan, seorang pria dan tiga wanita kini ditangkap. Polisi belum bisa memastikan jumlah kelompok tersebut.
Keduanya ditembak mati saat mecoba menganggalkan penangkapan tiga orang yang diduga WNI yang ditangkap di Taman Sentosa, Port Klang, Malaysia.
Seorang polisi Malaysia tewas dengan luka gorokan di leher, setelah terlibat perkelahian, di Taman Sentosa, kemarin (4/3/2014). Polisi lain, mengalami luka prah.
Kepala Deputi Senior Polisi Selangor, Komandan Datuk Mohd Shukri Dahlan, mengatakan dua polisi, yakni, Raja Mohd Aizam dan Mohd Aidil Mustafa, awalnya berpatroli di daerah tersebut dengan mobil mereka. Patroli berhenti, ketika polisi melihat sekelompok orang berjalan di pinggri jalan.
“Mereka berhenti mendekati kelompok itu, dan mulai bertanya kepada mereka. Salah seorang pria menjadi agresif ketika polisi menangkap tiga teman perempuan mereka,” kata Mohd Shukri kepada wartawan, seperti dilansir The Star, Rabu (5/3/2014).
”Salah satu tersangka mengeluarkan pisau dan menggorok leher Raja Aizam, serta merebut pistolnya,” lanjut dia.”Tersangka mencoba menembakkan pistol itu, tapi gagal. Sedangkan Mohd Aidil terluka senjata tajam di bagian wajahnya, tapi dia berhasil meraih pistolnya.”
”Dia (Mohd Aidil) kemudian menembak dan menewaskan dua tersangka menggunakan pistolnya,” ujar Mohd Shukri. Shukri melanjutkan, seorang pria dan tiga wanita kini ditangkap. Polisi belum bisa memastikan jumlah kelompok tersebut.
(mas)