Lagi, Netanyahu desak Palestina akui negara Israel
Rabu, 05 Maret 2014 - 12:40 WIB
Lagi, Netanyahu desak Palestina akui negara Israel
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali mendesak para pemimpin Palestina untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi. Dengan pengakuan itu, pihaknya siap untuk membuat perdamaian bersejarah dengan Palestina.
Komentar itu, disampaikan Netanyahu dalam pidatonya kemarin, di konferensi kebijakan tahunan kelompok Amerika pro –Israel, AIPAC. Itu merupakan kelompok pelobi di Washington DC. ”Ini saatnya Palestina berhenti menyangkal sejarah,” katanya.
”Sama seperti Israel yang siap untuk mengakui negara Palestina, Palestina harus siap untuk mengakui negara Yahudi,” lanjut Netanyahu, seperti dilansir Al Jazeera.
Israel telah berulang kali menegaskan, bahwa tidak akan ada kesepakatan damai tanpa ada pengakuan negaranya. Tapi, Palestina selama ini menolak mengakui Israel sebagai sebuah negara, karena wilayah yang diklaim Israel adalah tanah Palestina yang diduduki.
Desakan dari Netanyahu itu, ditujukan khusus kepada Presiden Palestina , Mahmoud Abbas. ”Presiden Abbas (harus) mengakui negara Yahudi dan Anda akan memberitahu orang-orang Anda untuk meninggalkan fantasi banjir pengungsi di Israel,” ucap Netanyahu.
Menanggapi desakan PM Israel, anggota Komite Faksi Fatah, Nabil Shaath, mengatakan kepada kantor berita AFP, Rabu (5/3/2014), bahwa permintaan Netanyahu itu tidak akan terkabul. Sedangkan Abbas belum berkomentar.
Israel dan Palestina telah terlibat dalam tujuh bulan perundingan damai, kembali akan bernegosiasi pada April mendatang.
Komentar itu, disampaikan Netanyahu dalam pidatonya kemarin, di konferensi kebijakan tahunan kelompok Amerika pro –Israel, AIPAC. Itu merupakan kelompok pelobi di Washington DC. ”Ini saatnya Palestina berhenti menyangkal sejarah,” katanya.
”Sama seperti Israel yang siap untuk mengakui negara Palestina, Palestina harus siap untuk mengakui negara Yahudi,” lanjut Netanyahu, seperti dilansir Al Jazeera.
Israel telah berulang kali menegaskan, bahwa tidak akan ada kesepakatan damai tanpa ada pengakuan negaranya. Tapi, Palestina selama ini menolak mengakui Israel sebagai sebuah negara, karena wilayah yang diklaim Israel adalah tanah Palestina yang diduduki.
Desakan dari Netanyahu itu, ditujukan khusus kepada Presiden Palestina , Mahmoud Abbas. ”Presiden Abbas (harus) mengakui negara Yahudi dan Anda akan memberitahu orang-orang Anda untuk meninggalkan fantasi banjir pengungsi di Israel,” ucap Netanyahu.
Menanggapi desakan PM Israel, anggota Komite Faksi Fatah, Nabil Shaath, mengatakan kepada kantor berita AFP, Rabu (5/3/2014), bahwa permintaan Netanyahu itu tidak akan terkabul. Sedangkan Abbas belum berkomentar.
Israel dan Palestina telah terlibat dalam tujuh bulan perundingan damai, kembali akan bernegosiasi pada April mendatang.
(mas)