Cekikikan, guru di Inggris tutup mulut siswa pakai selotip
Rabu, 05 Maret 2014 - 12:05 WIB
Cekikikan, guru di Inggris tutup mulut siswa pakai selotip
A
A
A
Sindonews.com – Priscilla Davo Ortego, 27, guru seni di sebuah sekolah dasar (SD) di Inggris diskors dari kegiatannya mengajar. Musababnya, guru itu menghukum siswanya yang berusia 10 tahun dengan menutup mulutnya menggunakan selotip.
Si siswa ditutup mulutnya dengan selotip, karena cekikian di dalam kelas saat dia mengajar. Dalam pemeriksaan, guru asal Spanyol tersebut diduga menghukum 20 siswa anak-anak dengan cara yang sama.
Salah satu orang tua siswa, mengatakan, beberapa anak merobek selotip itu karena tidak bisa bernafas. Tapi, guru tersebut kembali menutupnya dengan selotip baru. Salah satu siswa bahkan mengalami pendarahan di bibir saat selotip dilepas.
Akibat hukuman dari guru tersebut, para siswa menjadi ketakutan untuk pergi ke sekolah. Guru itu lantas diskor untuk tidak mengajar di sebuah sekolah di Williton, Somerset, Inggris, sampai penyelidikan polisi rampung.
Polisi mengatakan, mereka akan bekerja sama dengan otoritas pendidikan setempat. Salah satu orang tua siswa, Lisa Duffield, mengecam tindakan guru tersebut. ”Saya benar-benar jijik ketika putri saya mengatakan kepada saya apa yang telah dilakukan guru itu. Saya langsung pergi ke sekolah dan berbicara dengan kepala sekolah, Bradbury,” kata Lisa, seperti dikutip Mail Online, semalam (4/3/2014).
”Saya mengatakan kepada Bradbury, bahwa dalam kondisi apapun, putri saya jangan diajar oleh dia, sampai masalah ini beres. Saya tidak percaya diri untuk berbicara dengan guru tersebut, karena saya takut, saya akan menamparnya.”
Salah satu guru, mengutip ucapan Priscilla, mengatakan, mulut para siswa tersebut diselotip, karena cekikian dan membuat suasana kelas menjadi berisik.
Si siswa ditutup mulutnya dengan selotip, karena cekikian di dalam kelas saat dia mengajar. Dalam pemeriksaan, guru asal Spanyol tersebut diduga menghukum 20 siswa anak-anak dengan cara yang sama.
Salah satu orang tua siswa, mengatakan, beberapa anak merobek selotip itu karena tidak bisa bernafas. Tapi, guru tersebut kembali menutupnya dengan selotip baru. Salah satu siswa bahkan mengalami pendarahan di bibir saat selotip dilepas.
Akibat hukuman dari guru tersebut, para siswa menjadi ketakutan untuk pergi ke sekolah. Guru itu lantas diskor untuk tidak mengajar di sebuah sekolah di Williton, Somerset, Inggris, sampai penyelidikan polisi rampung.
Polisi mengatakan, mereka akan bekerja sama dengan otoritas pendidikan setempat. Salah satu orang tua siswa, Lisa Duffield, mengecam tindakan guru tersebut. ”Saya benar-benar jijik ketika putri saya mengatakan kepada saya apa yang telah dilakukan guru itu. Saya langsung pergi ke sekolah dan berbicara dengan kepala sekolah, Bradbury,” kata Lisa, seperti dikutip Mail Online, semalam (4/3/2014).
”Saya mengatakan kepada Bradbury, bahwa dalam kondisi apapun, putri saya jangan diajar oleh dia, sampai masalah ini beres. Saya tidak percaya diri untuk berbicara dengan guru tersebut, karena saya takut, saya akan menamparnya.”
Salah satu guru, mengutip ucapan Priscilla, mengatakan, mulut para siswa tersebut diselotip, karena cekikian dan membuat suasana kelas menjadi berisik.
(mas)