Status darurat di Bangkok diperpanjang
Selasa, 04 Maret 2014 - 19:21 WIB
Status darurat di Bangkok diperpanjang
A
A
A
Sindonews.com – Status darurat di Bangkok akan diperpanjang, walalupun dalam beberapa hari terakhir kondisi di ibu kota negeri Gajah Putih itu bisa dibilang cukup kondusif.
“Langkah ini diambil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kembali pecahnya bentrokan antara polisi dan demonstran,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Thailand, Surapong Tovichakchaikul dalam pernyataannya, sepertidilansir Reuters, Selasa (4/3/2014).
"Jika Suthep kembali melakukan aksi protesnya, maka kemungkinan terjadinya kekerasan sangat besar. Oleh karena itu, hukum darurat harus tetap diberlakukan sampai situasi benar-benar pulih," Tovichakchaiku menambahkan.
"Kami akan terus mensiagakan pasukan keamanan dan tentara, hingga keadaan darurat berakhir pada 22 Maret atau sampai kabinet memutuskan hal tersebut (keadaan darurat)," lanjutnya.
Protes yang ditunjukan untuk menggulingkan Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra sudah memasuki bulan kelima. Namun, pada akhir pekan kemarin, para pengunjuk rasa mulai menutup beberapa tempat yang menjadi pusat berkumpul mereka dan pindah ke sebuah taman di pusat kota Bangkok.
“Langkah ini diambil untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kembali pecahnya bentrokan antara polisi dan demonstran,” ungkap Menteri Luar Negeri (Menlu) Thailand, Surapong Tovichakchaikul dalam pernyataannya, sepertidilansir Reuters, Selasa (4/3/2014).
"Jika Suthep kembali melakukan aksi protesnya, maka kemungkinan terjadinya kekerasan sangat besar. Oleh karena itu, hukum darurat harus tetap diberlakukan sampai situasi benar-benar pulih," Tovichakchaiku menambahkan.
"Kami akan terus mensiagakan pasukan keamanan dan tentara, hingga keadaan darurat berakhir pada 22 Maret atau sampai kabinet memutuskan hal tersebut (keadaan darurat)," lanjutnya.
Protes yang ditunjukan untuk menggulingkan Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra sudah memasuki bulan kelima. Namun, pada akhir pekan kemarin, para pengunjuk rasa mulai menutup beberapa tempat yang menjadi pusat berkumpul mereka dan pindah ke sebuah taman di pusat kota Bangkok.
(esn)