Menlu Marty: Krisis Ukraina berubah jadi krisis internasional
Selasa, 04 Maret 2014 - 18:58 WIB
Menlu Marty: Krisis Ukraina berubah jadi krisis internasional
A
A
A
Sindonews.com – Krisis yang terjadi Ukraina masih jauh dari kata usai, bahkan setelah Yanukovych berhasil digulingkan, krisis di negara itu kian parah. Yang terbaru, Rusia telah mengerahkan pasukan militernya di Crimea, wilayah semi-otonom Ukraina.
Dalam siaran persnya, Selasa (4/3/2014), Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan, apa yang terjadi di Ukraina bukan hanya menjadi krisis dalam negeri, melainkan sudah menjadi krisis Internasional. Alasannya, sudah menaikan ketegangan terhadap negara-negara terkait.
“Indonesia mendorong semua pihak yang terkait untuk menahan diri, mengelola krisis, dan mengutamakan penyelesaian damai situasi di Ukraina dan senantiasa menghormati hukum internasional,” Marty menambahkan dalam pernyataannya.
Dalam pernyataannya Marty juga mengharapkan peran PBB dalam menangani krisisi yang terjadi di Ukraina.
“ Kepada dewan keamanan (DK) PBB, termasuk negara-negara anggota tetap DK PBB, agar memikul tanggung jawabnya sesuai piagam PBB dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Termasuk mengirim utusan ke wilayah terkait,” seru Marty dalam pernyataannya.
Krisis di Ukraina semakin memanas setelah pihak Rusia mengirim pasukan militernya ke daerah perbatasan Ukraina. Rusia tetap merasa memiliki kepentingan di Ukraina walaupun sudah menerima kecaman dari berbagai negara.
Dalam siaran persnya, Selasa (4/3/2014), Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan, apa yang terjadi di Ukraina bukan hanya menjadi krisis dalam negeri, melainkan sudah menjadi krisis Internasional. Alasannya, sudah menaikan ketegangan terhadap negara-negara terkait.
“Indonesia mendorong semua pihak yang terkait untuk menahan diri, mengelola krisis, dan mengutamakan penyelesaian damai situasi di Ukraina dan senantiasa menghormati hukum internasional,” Marty menambahkan dalam pernyataannya.
Dalam pernyataannya Marty juga mengharapkan peran PBB dalam menangani krisisi yang terjadi di Ukraina.
“ Kepada dewan keamanan (DK) PBB, termasuk negara-negara anggota tetap DK PBB, agar memikul tanggung jawabnya sesuai piagam PBB dalam memelihara perdamaian dan keamanan internasional. Termasuk mengirim utusan ke wilayah terkait,” seru Marty dalam pernyataannya.
Krisis di Ukraina semakin memanas setelah pihak Rusia mengirim pasukan militernya ke daerah perbatasan Ukraina. Rusia tetap merasa memiliki kepentingan di Ukraina walaupun sudah menerima kecaman dari berbagai negara.
(esn)