Aneh, militer Australia tak tahu batas wilayah RI

Senin, 03 Maret 2014 - 13:12 WIB
Aneh, militer Australia...
Aneh, militer Australia tak tahu batas wilayah RI
A A A
Sindonews.com – Sebuah pengakuan mengejutkan muncul dari mantan komandan perlindungan perbatasan Australia. Mantan komandan Australia itu, mengatakan, Angkatan Laut (AL) Australia tidak mengenal batas maritim Indonesia.

Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab, kapal-kapal Australia melanggar kedaulatan Indonesia sebanyak enam kali pada Desember 2013 dan Januari 2014. Pelanggaran itu terjadi ketika kapal-kapal AL Australia menjalankan Operasi Sovereign Borders untuk mengusir perahu para pencari suaka.

Komentar ketidaktahuan AL Australia atas batas wilayah Indonesia tersebut, disampaikan oleh Barry Learoyd, mantan komandan perlindungan perbatasan yang baru saja pensiun dari AL Australia.

Learoyd, yang telah bertugas 43 tahun di AL Australia merupakan, salah satu komandan kapal yang terindikasi tidak memberi tahu informasi perbatasan laut Indonesia kepada pasukan AL Australia.

“Ini benar-benar sulit untuk dimengerti,” kata Letnan Komandan (RTD) Learoyd. “Kepulauan Indonesia dan dasar kepulauan (nama resmi untuk batas maritim Indonesia) harusnya dikenal AL Australia dan dikenal komandan, serta perwira senior. Itu bagian dari pelatihan kita semua,” lanjut dia, seperti dilansir Canberra Times, Senin (3/3/2014).

Learoyd mengatakan koordinat batas yang melampaui standar 12 mil laut dari daratan Indonesia, biasanya terdeteksi dalam sistem elektronik yang dipasang di kapal AL yang beroperasi di daerah tersebut.

Pihak Bea Cukai dan AL Australia merilis evaluasi pelanggaran kapal-kapal Australia terhadap wilayah Indonesia itu, pada 19 Februari 2014 lalu. Hasilnya, pelanggaran tersebut merupakan kesengajaan karena ketidaktahuan batas wilayah Indonesia oleh pasukan AL Australia.

”Batas maritim Indonesia merupakan informasi operasional penting, yang seharusnya disediakan oleh kantor pusat ke komandan kapal yang ditugaskan untuk Operasi Sovereign Borders,” ujar Learoyd yang heran dengan pelanggaran wilayah Indonesia itu.

Komandan utama militer Australia yang bertanggungjawab atas Operasi Sovereign Borders, Jenderal Angus Campbell, belum disalahkan atas kelalaian itu. Seorang juru bicara Bea Cukai Australia menolak untuk mengungkap, apakah kapal AL dan Bea Cukai Australia memiliki sistem navigasi elektronik yang mampu mendeteksi batas wilayah Indonesia atau tidak.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Khawatir Asia Timur...
Khawatir Asia Timur Jadi Medan Perang, Menhan Jepang: Senjata Nuklir Tak Bisa Dihindari
1 jam yang lalu
Meski Dihujani Puluhan...
Meski Dihujani Puluhan Rudal Rusia, Kenapa Jumlah Korban Tewas di Ukraina Tidak Banyak?
2 jam yang lalu
39 Rudal Rusia Hujani...
39 Rudal Rusia Hujani Ibu Kota Ukraina, Warga Sipil Ketakutan
3 jam yang lalu
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
3 jam yang lalu
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
4 jam yang lalu
100 Jet Tempur dari...
100 Jet Tempur dari 20 Negara Bersiap Latihan Perang di Australia, Indonesia Kirim T-50I Golden Eagle
5 jam yang lalu
Infografis
Militer Zionis Israel...
Militer Zionis Israel Akui Hamas Tak Dapat Dilenyapkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved