Terkait krisis Ukraina, China serukan dialog
Minggu, 02 Maret 2014 - 22:54 WIB
Terkait krisis Ukraina, China serukan dialog
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan keprihatinan atas krisis yang terjadi di Ukraina. China menyerukan dilakukannya pembicaraan untuk menemukan solusi politik.
"Kami mengutuk perilaku kekerasan ekstrim baru-baru ini di Ukraina dan terus mendesak semua pihak di Ukraina secara damai menyelesaikan sengketa mereka dalam kerangka hukum, serta sungguh-sungguh melindungi hak-hak hukum segala bangsa di Ukraina," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri China, Minggu (2/3/2014).
“Prinsip China selalu tidak ikut campur dalam urusan internal negara-negara lain dan China menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah Ukraina,” tambah kementerian itu, seperti dikutip dari Xinhua.
"China akan terus memantau dari dekat perkembangan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menemukan resolusi politik melalui dialog dan perundingan atas dasar menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip hubungan internasional, serta memelihara perdamaian dan stabilitas regional," tambah pernyataan tersebut.
Pemerintah Ukraina sendiri telah memobilisasi elemen-elemen di negara itu untuk menghadapi kemungkinan perang dengan Rusia, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan ia memiliki hak untuk menyerang Ukraina.
"Ini bukan ancaman, sebenarnya ini adalah deklarasi perang ke negara saya," kata Perdana Menteri Ukraina, Arseny Yatseniuk, seperti dikutip dari Reuters. Yatseniuk adalah kepala pemerintahan Ukraina yang baru dan pro Barat. Ia mengambil alih kekuasaan di Ukraina, ketika Presiden Viktor Yanukovich, yang juga sekutu Rusia, melarikan diri pekan lalu.
"Kami mengutuk perilaku kekerasan ekstrim baru-baru ini di Ukraina dan terus mendesak semua pihak di Ukraina secara damai menyelesaikan sengketa mereka dalam kerangka hukum, serta sungguh-sungguh melindungi hak-hak hukum segala bangsa di Ukraina," sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri China, Minggu (2/3/2014).
“Prinsip China selalu tidak ikut campur dalam urusan internal negara-negara lain dan China menghormati kemerdekaan, kedaulatan, dan keutuhan wilayah Ukraina,” tambah kementerian itu, seperti dikutip dari Xinhua.
"China akan terus memantau dari dekat perkembangan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menemukan resolusi politik melalui dialog dan perundingan atas dasar menghormati hukum internasional dan prinsip-prinsip hubungan internasional, serta memelihara perdamaian dan stabilitas regional," tambah pernyataan tersebut.
Pemerintah Ukraina sendiri telah memobilisasi elemen-elemen di negara itu untuk menghadapi kemungkinan perang dengan Rusia, setelah Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan ia memiliki hak untuk menyerang Ukraina.
"Ini bukan ancaman, sebenarnya ini adalah deklarasi perang ke negara saya," kata Perdana Menteri Ukraina, Arseny Yatseniuk, seperti dikutip dari Reuters. Yatseniuk adalah kepala pemerintahan Ukraina yang baru dan pro Barat. Ia mengambil alih kekuasaan di Ukraina, ketika Presiden Viktor Yanukovich, yang juga sekutu Rusia, melarikan diri pekan lalu.
(esn)