Tanah dikuasai Israel, Palestina butuh bantuan dunia
Sabtu, 01 Maret 2014 - 16:18 WIB
Tanah dikuasai Israel, Palestina butuh bantuan dunia
A
A
A
SIndonews.com - Perdana Menteri (PM) Palestina, Rami hamdallah, mengatakan, negaranya sangat membutuhkan bantuan internasional dalam hal dukungan politik dan pembangunan. Palestina kesulitan membangun negaranya, karena sebagian besar tanah mereka dikuasasi Israel secara ilegal.
Permintaan bantuan PM Palestina itu, disampaikan dalam Konferensi Cooperation Among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) II, yang digelar di Jakarta, Sabtu (1/3/2014). Dalam konferensi ini, Indonesia optimistis, Palestina bisa merdeka secara mutlak dari penindasan Israel.
”Sebanyak 62 persen tanah Palestina dikuasai oleh pihak Israel. Kami sangat sulit mengelola hasil bumi yang kami miliki,” keluh Hamdallah di hadapan para delegasi dari berbagai negara yang hadir dalam konferensi tersebut.
”Kami yakin dan kami membutuhkan bantuan Anda semua, kalian adalah partner kami. Kamu membutuhkan dukungan politik dunia Internasional untuk bisa memenuhi mimpi rakyat Palestina, yaitu kemerdekaan,” lanjut Hamdallah.
Pembicaraan damai antara Pelestina dam Israel yang disponsori Amerika Serikat (AS) sendiri sedang menemui kebuntuan, setelah kedua pihak menolak proposal yang diajukan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry. Menlu AS itu memprediksi, bahwa pembicaraan ini akan molor dari jadwal yang awalnya akan berakhir April 2014.
Permintaan bantuan PM Palestina itu, disampaikan dalam Konferensi Cooperation Among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) II, yang digelar di Jakarta, Sabtu (1/3/2014). Dalam konferensi ini, Indonesia optimistis, Palestina bisa merdeka secara mutlak dari penindasan Israel.
”Sebanyak 62 persen tanah Palestina dikuasai oleh pihak Israel. Kami sangat sulit mengelola hasil bumi yang kami miliki,” keluh Hamdallah di hadapan para delegasi dari berbagai negara yang hadir dalam konferensi tersebut.
”Kami yakin dan kami membutuhkan bantuan Anda semua, kalian adalah partner kami. Kamu membutuhkan dukungan politik dunia Internasional untuk bisa memenuhi mimpi rakyat Palestina, yaitu kemerdekaan,” lanjut Hamdallah.
Pembicaraan damai antara Pelestina dam Israel yang disponsori Amerika Serikat (AS) sendiri sedang menemui kebuntuan, setelah kedua pihak menolak proposal yang diajukan Menteri Luar Negeri AS, John Kerry. Menlu AS itu memprediksi, bahwa pembicaraan ini akan molor dari jadwal yang awalnya akan berakhir April 2014.
(mas)