Kerap ditembak, demonstran Bangkok ingin akhiri aksi
Sabtu, 01 Maret 2014 - 15:46 WIB
Kerap ditembak, demonstran Bangkok ingin akhiri aksi
A
A
A
Sindonews.com - Demonstran pro-oposisi Thailand yang hendak menggulingkan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra, berniat untuk mengakhiri aksi melumpuhkan Bangkok.
Niat dari para demonstran itu, menyusul semakin maraknya aksi penembakan dan serangan granat, yang menargetkan para demonstran di malam hari. Jumlah demonstran di Bangkok kemarin, juga menyusut tajam.
Pemimpin demo, Suthep Thaugsuban, mengumumkan niat mengakhiri aksi di Bangkok itu semalam. Namun, rencana itu tidak dilakukan secara langsung, melainkan secara bertahap. Salah satu pertimbangan demonstran untuk mengakhiri aksinya, kata Suthep, adalah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh aksi demonstran.
”Saya merasa sebagai warga Bangkok yang bergabung untuk melawan (kubu Yingluck) bersama para pengunjuk rasa lain,” kata Suthep, seperti dikutip Channel News Asia, Sabtu (1/3/2014).
Namun, lanjut Suthep, perjuangan untuk menggulingkan pemerintah dan mengakhiri dominasi politik miliarder keluarga Yingluck, akan diakhiri. ”Saya akan mempercepat untuk mengakhiri permainan ini, sesegera mungkin. Dalam bulan Maret,” ucapnya.
Niat dari para demonstran itu, menyusul semakin maraknya aksi penembakan dan serangan granat, yang menargetkan para demonstran di malam hari. Jumlah demonstran di Bangkok kemarin, juga menyusut tajam.
Pemimpin demo, Suthep Thaugsuban, mengumumkan niat mengakhiri aksi di Bangkok itu semalam. Namun, rencana itu tidak dilakukan secara langsung, melainkan secara bertahap. Salah satu pertimbangan demonstran untuk mengakhiri aksinya, kata Suthep, adalah untuk mengurangi kemacetan lalu lintas yang disebabkan oleh aksi demonstran.
”Saya merasa sebagai warga Bangkok yang bergabung untuk melawan (kubu Yingluck) bersama para pengunjuk rasa lain,” kata Suthep, seperti dikutip Channel News Asia, Sabtu (1/3/2014).
Namun, lanjut Suthep, perjuangan untuk menggulingkan pemerintah dan mengakhiri dominasi politik miliarder keluarga Yingluck, akan diakhiri. ”Saya akan mempercepat untuk mengakhiri permainan ini, sesegera mungkin. Dalam bulan Maret,” ucapnya.
(mas)