SBY: Konferensi di Jakarta, peluang Palestina untuk merdeka
Sabtu, 01 Maret 2014 - 14:43 WIB
SBY: Konferensi di Jakarta, peluang Palestina untuk merdeka
A
A
A
Sindonews.com – Konferensi Cooperation Among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) II, resmi dibuka Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY), pada Sabtu (1/3/2014) di Gedung Pancasila, kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta.
Dalam pidatonya Presiden SBY mengatakan, bahwa konferensi ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan Palestina. Selain itu, konferensi CEAPAD II yang digelar di Jakarta, bisa membuka peluang yang lebih besar bagi Palestina untuk merdeka.
”Forum ini jauh akan membuka kesempatan ekonomi bagi warga Palestina. Semua delegasi berkumpul di sini untuk memberikan dukungan kepada rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan,” kata Presiden SBY.
”Mereka juga ada di sana untuk membantu mewujudkan negara (Palestina) yang merdeka dan independen,” lanjut SBY.
Peluang kemerdekaan Palestina, sebenarnya mulai terbuka sejak mereka ikut dalam Konfrensi Asia Afrika yang berlangsung lebih dari lima dekade lalu, yaitu pada tahun 1945. Hingga saat ini, Palestina masih mengalami penindasan dari Israel. Amerika Serikat (AS) telah menjadi sponsor perundingan damai antara Israel dan Palestina.
Dalam pidatonya Presiden SBY mengatakan, bahwa konferensi ini bisa memberikan dampak yang signifikan bagi kemajuan Palestina. Selain itu, konferensi CEAPAD II yang digelar di Jakarta, bisa membuka peluang yang lebih besar bagi Palestina untuk merdeka.
”Forum ini jauh akan membuka kesempatan ekonomi bagi warga Palestina. Semua delegasi berkumpul di sini untuk memberikan dukungan kepada rakyat Palestina untuk mencapai kemerdekaan,” kata Presiden SBY.
”Mereka juga ada di sana untuk membantu mewujudkan negara (Palestina) yang merdeka dan independen,” lanjut SBY.
Peluang kemerdekaan Palestina, sebenarnya mulai terbuka sejak mereka ikut dalam Konfrensi Asia Afrika yang berlangsung lebih dari lima dekade lalu, yaitu pada tahun 1945. Hingga saat ini, Palestina masih mengalami penindasan dari Israel. Amerika Serikat (AS) telah menjadi sponsor perundingan damai antara Israel dan Palestina.
(mas)