Bantu kaum Rohingya, MSF dilarang beroperasi di Myanmar

Sabtu, 01 Maret 2014 - 11:39 WIB
Bantu kaum Rohingya,...
Bantu kaum Rohingya, MSF dilarang beroperasi di Myanmar
A A A
Sindonews.com - Lembaga bantuan Medecins Sans Frontieres (MSF) kaget setelah menerima perintah dari Pemerintah Myanmar untuk menghentikan operasinya di negara itu. MSF, selama ini aktif membantu kaum Muslim Rohingya.

Seorang juru bicara kepresidenan Myanmar, Ye Htut, mengataan, MSF bertindak bias, dengan mendukung minoritas Muslim Rohingya. MSF adalah salah satu penyedia layanan kesehatan terbesar di Rakhine, wilayah yang salah satu penghuninya kaum Muslim Rohingya.

Sejak tahun 2004, MSF telah merawat lebih dari 1,2 juta pasien malaria di negara bagian Rakhine. Sedangkan puluhan ribu warga Rohingya telah meninggalkan rumah mereka, setelah terjadi konflik sektarian.

MSF mengatakan, tidak ada organisasi medis lainnya di negara itu yang beroperasi untuk membantu warga tidak mampu. Lembaga itu, selama ini konsisten mengangkat isu-isu kesulitan akses dan kondisi mengerikan di kamp-kamp pengungsi Rohingya.

Namun, keberadaan MSF sudah tidak disukai warga Budha di Rakhine. Adanya insiden pada Januari, diduga sebagai pemicu dilarangnya MSF beroperasi di Myanmar. Dalam insiden itu, PBB menerima dua narasi yang berisi sebanyak 48 orang diduga telah meninggal akibat kekerasan. Tapi Pemerintah Myanmar menyangkal, dan menegaskan tidak ada korban.

Dalam situs resminya, MSF berkomitmen untuk membantu warga miskin. ”Memberikan bantuan darurat kepada orang-orang yang terkena dampak konflik bersenjata, epidemi, bencana alam dan pengucilan dari layanan kesehatan,” bunyi pernyataan MSF dalam situsnya, seperti dilansir BBC, Sabtu (1/3/2014). MSF menyatakan, akan berdiskusi dengan Pemerintah Myanmar, agar bisa melanjutkan misi mereka di negara itu.
(mas)
Berita Terkait
Pakar PBB: Junta Myanmar...
Pakar PBB: Junta Myanmar Lakukan Kejahatan terhadap Kemanusiaan Sejak Kudeta
Sudah Bisa Ditebak,...
Sudah Bisa Ditebak, Partai Pro-militer Myanmar Menang Pemilu
PM Myanmar: Tidak Ada...
PM Myanmar: Tidak Ada Satu Kekuatan Pun yang Boleh Mengendalikan Dunia
Myanmar Akan Gelar Pemilu...
Myanmar Akan Gelar Pemilu pada Desember 2025
Terjebak Semalaman,...
Terjebak Semalaman, Demonstran Myanmar Berhasil Lolos dari Kepungan Pasukan Keamanan
Berlutut Hadang Polisi...
Berlutut Hadang Polisi Myanmar, Biarawati: Tembak Aku Saja
Berita Terkini
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
13 menit yang lalu
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
1 jam yang lalu
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
2 jam yang lalu
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
3 jam yang lalu
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
3 jam yang lalu
Tambah 2 Lagi, Total...
Tambah 2 Lagi, Total 16 Tentara AS Tewas dalam Perang Melawan Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved