AS buka pusat transit pasukan di Rumania
Sabtu, 01 Maret 2014 - 03:40 WIB
AS buka pusat transit pasukan di Rumania
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) secara resmi membuka pusat transit militer baru di Rumania. Pusat transit ini akan memainkan peran kunci bagi penarikan pasukan AS dari Afghanistan.
“Pangkalan Udara Mihail Kogalniceanu di dekat Laut Hitam akan bertindak sebagai pusat transit bagi penarikan pasukan AS,” jelas Mayor Jenderal John O'Connor, yang bertanggung jawab atas dukungan logistik.
"Kami mengantisipasi 20 sampai 30 ribu tentara dari Afghanistan transit di sini dalam perjalanan pulang sepanjang 2014," lanjut O’Conor, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (28/2/2014).
Hingga akhir Januari lalu, AS masih memiliki sekitar 34 ribu tentara di Afghanistan. AS berencana untuk menarik sebagian besar pasukan dan peralatan tempur dari Afghanistan pada akhir tahun ini. Penarikan ini terjadi setelah melalui perdebatan panjang di dalam negeri AS.
Penarikan pasukan asing dari Afghanistan menimbulkan kekhawatiran akan kondisi keamanan di Afghanistan. Hingga kini, militan Taliban masih terus melancarkan serangan di sejumlah wilayah di Aghanistan. Akibat serangan-serangan itu, banyak warga sipil yang tewas.
“Pangkalan Udara Mihail Kogalniceanu di dekat Laut Hitam akan bertindak sebagai pusat transit bagi penarikan pasukan AS,” jelas Mayor Jenderal John O'Connor, yang bertanggung jawab atas dukungan logistik.
"Kami mengantisipasi 20 sampai 30 ribu tentara dari Afghanistan transit di sini dalam perjalanan pulang sepanjang 2014," lanjut O’Conor, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat (28/2/2014).
Hingga akhir Januari lalu, AS masih memiliki sekitar 34 ribu tentara di Afghanistan. AS berencana untuk menarik sebagian besar pasukan dan peralatan tempur dari Afghanistan pada akhir tahun ini. Penarikan ini terjadi setelah melalui perdebatan panjang di dalam negeri AS.
Penarikan pasukan asing dari Afghanistan menimbulkan kekhawatiran akan kondisi keamanan di Afghanistan. Hingga kini, militan Taliban masih terus melancarkan serangan di sejumlah wilayah di Aghanistan. Akibat serangan-serangan itu, banyak warga sipil yang tewas.
(esn)