Kritik kasus HAM RI, tapi AS bungkam soal penyadapan

Jum'at, 28 Februari 2014 - 18:19 WIB
Kritik kasus HAM RI,...
Kritik kasus HAM RI, tapi AS bungkam soal penyadapan
A A A
Sindonews.com- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) merilis berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di 200 negara di seluruh dunia yang terjadi tahun 2003. Kasus-kasus pelanggaran HAM di Indonesia juga tidak luput dari sorotan AS.

Melalui situsnya,state.gov, laporan bertajuk "Bureau of Democracy, Human Rights and Labor Country Reports on Human Rights Practices for 2013", AS menempatkan Suriah pada peringkat pertama negara yang paling mengerikan dalam kasus pelanggaran HAM. Di mana, AS menyebut, 1.429 orang terbunuh dalam konflik Suriah.

Laporan itu tidak sempurna. Sebab, dari 200 negara yang diungkap catatan pelanggaran HAM, ternyata AS tidak dimasukkan.Padahal, selama ini kalangan aktivis dan pengacara AS terang-terangan menyebut pemerintah Barack Obama melakukan pelanggaran HAM, karena menyadap telepon dan internet terhadap warganya secara ilegal. Kasus itu terungkap berkat bocoran bekas kontraktor NSA, Edward Snowden.

Kembali ke laporan catatan kasus HAM versi AS itu. Khusus laporan yang menyoroti pelanggaran HAM di Indonesia, AS memulainya dengan me-reviewterpilihnya SBY sebagai Presiden Indonesia tahun 2009. Pengamat domestik dan internasional, lanjut laporan itu, menilai Pemilu Legislatif 2009 dan Pemilihan Presiden berlangsung bebas dan adil.

“Pihak berwenang umumnya mempertahankan kontrol efektif atas aparat keamanan, namun, ada kasus di mana unsur-unsur pasukan keamanan melakukan pelanggaran HAM,” bunyi laporan catatan kasus HAM di Indonesia yang dirilis AS, kemarin.

Contoh kasus pelanggaran HAM di era pemerintahan SBY yang disorot AS, salah satunya adalah kasus penyerangan penjara Cebongan, Yogyakarta oleh belasan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup 2 Menjangan tanggal tanggal 23 Maret 2013. Insiden itu menewaskan empat tahanan yang ditangkap karena diduga terlibat dalam pembunuhan anggota Kopassus sebelumya.

“Komnas HAM (Indonesia) melakukan penyelidikan independen pada kasus itu, dan menyebut ada pelanggaran HAM. Namun, kesimpulan umum mereka bertentangan dengan Menteri Pertahanan,” lanjut laporan AS itu.
(mas)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
13 menit yang lalu
Perang Iran Makin Panas,...
Perang Iran Makin Panas, AS Kerahkan Banyak Jet Tempur Siluman F-35 ke Timur Tengah
1 jam yang lalu
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
2 jam yang lalu
2 Tentaranya Tewas,...
2 Tentaranya Tewas, AS Luncurkan Serangan Baru untuk Menghukum Iran dengan Cepat
3 jam yang lalu
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
3 jam yang lalu
Tambah 2 Lagi, Total...
Tambah 2 Lagi, Total 16 Tentara AS Tewas dalam Perang Melawan Iran
4 jam yang lalu
Infografis
Iran Bantah Ada Kesepakatan...
Iran Bantah Ada Kesepakatan dengan AS Soal Program Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved