Iran jual senjata ke Irak senilai Rp2,2 triliun
Selasa, 25 Februari 2014 - 11:36 WIB
Iran jual senjata ke Irak senilai Rp2,2 triliun
A
A
A
Sindonews.com – Sebuah laporan mengungkap, bahwa Iran telah sepakat menjual senjatanya kepada Irak, meski PBB masih mengenakan sanksi embargo senjata terhadap Iran. Nilai penjualan senjata Iran kepada Irak tersebut, senilai USD195juta atau sekitar Rp2,2 triliun.
Dokumen yang diperoleh Reuters tersebut akan mematahkan embargo dari PBB terhadap Iran tentang penjualan senjata-senjata mereka. Kesepakatan, seperti dalam dokumen yang dirilis Selasa (25/2/2014) disepakati pada akhir November 2013.
Dokumen itu juga menunjukkan, bahwa kesepekatan penjualan senjata Iran kepada Irak terjadi hanya beberapa pekan setelah Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki, kembali dari Washington, di mana ia melobi pemerintahan Obama untuk memasok senjata guna melawan pemberontak bersenjata di Irak.
Masih menurut dokumen tersebut, enam dari delapan kontrak yang ditandatangani Organisasi Industri Persenjataan Iran untuk memasok senjata ke Irak. Berbagai senjata yang dipasok itu, meliputi senjata ringan dan sedang, peluncur mortir, amunisi untuk tank dan artileri, serta mortir.
Dua kontrak terakhir disepakati Irak dengan dengan Iran Electronic Industries (BUMN Iran) untuk memasok kacamata night vision, peralatan komunikasi dan pelatihan operasional perangkat mortir.
Salah satu kontrak juga mencakup peralatan untuk melindungi terhadap bahan dan senjata kimia.
Sementara itu, Pemerintahan Barack Obama menekan pemerintah Irak untuk menjelaskan laporan ini.”Kita tentu telah melihat laporan tersebut. Jika benar, ini akan meningkatkan kekhawatiran serius,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Jen Psaki.
Dokumen yang diperoleh Reuters tersebut akan mematahkan embargo dari PBB terhadap Iran tentang penjualan senjata-senjata mereka. Kesepakatan, seperti dalam dokumen yang dirilis Selasa (25/2/2014) disepakati pada akhir November 2013.
Dokumen itu juga menunjukkan, bahwa kesepekatan penjualan senjata Iran kepada Irak terjadi hanya beberapa pekan setelah Perdana Menteri Irak, Nuri al-Maliki, kembali dari Washington, di mana ia melobi pemerintahan Obama untuk memasok senjata guna melawan pemberontak bersenjata di Irak.
Masih menurut dokumen tersebut, enam dari delapan kontrak yang ditandatangani Organisasi Industri Persenjataan Iran untuk memasok senjata ke Irak. Berbagai senjata yang dipasok itu, meliputi senjata ringan dan sedang, peluncur mortir, amunisi untuk tank dan artileri, serta mortir.
Dua kontrak terakhir disepakati Irak dengan dengan Iran Electronic Industries (BUMN Iran) untuk memasok kacamata night vision, peralatan komunikasi dan pelatihan operasional perangkat mortir.
Salah satu kontrak juga mencakup peralatan untuk melindungi terhadap bahan dan senjata kimia.
Sementara itu, Pemerintahan Barack Obama menekan pemerintah Irak untuk menjelaskan laporan ini.”Kita tentu telah melihat laporan tersebut. Jika benar, ini akan meningkatkan kekhawatiran serius,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Jen Psaki.
(mas)