Sokong Assad, Iran dituduh kerahkan tim elite militer
Jum'at, 21 Februari 2014 - 15:08 WIB
Sokong Assad, Iran dituduh kerahkan tim elite militer
A
A
A
Sindonews.com – Pihak Teheran dituduh telah meningkatkan dukungannya untuk Presiden Suriah, Bashar al-Assad, dalam perang sipil di negaranya. Dukungan terbaru dari Iran itu, berupa pengerahan tim elite militer Teheran.
Kantor berita Reuters, mengutip sumber oposisi Suriah yang mengetahui pergerakan militer Iran, mengatakan, tim elite itu mengumpulkan intelijen dan melatih pasukan Assad.
Tuduhan dukungan dari Iran itu, menyusul laporan, bahwa kubu Assad baru-baru ini menerima pasokan amunisi dan peralatan tempur lain dari Moskow.
Sumber itu, berpendapat, dengan dukungan militer dari Iran dan Rusia, Kubu Assad tidak perlu membuat konsesi apa pun dalam perundingan damai untuk putaran ketiga di Jenewa nanti, jika hasilnya kembali menemui jalan buntu.
Sokongan dari Iran, lanjut sumber itu, termasuk pengerahan komandan senior dari Pasukan Elite Quds, yakni Korps Pengawal Revolusi Islam dan anggota IRGC. Tim elite itu bekerja bukan untuk melawan atau perang terbuka. Tapi mereka mengarahkan dan melatih pasukan Suriah loyalis Assad.
Sementara itu, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Iran membantah laporan itu.”Kami selalu mengatakan, bahwa kami mendukung saudara-saudara kami di Suriah dan menghormati keinginan mereka," katapejabat yang memberikan konfirmasi dengan syarat anonim.
"Iran tidak pernah terlibat di Suriah dengan menyediakan senjata, finansial atau dengan mengirim pasukan,” katanya lagi.Kendati dibantah, seorang mantan pejabat senior Iran yang memiliki jaringan dengan IRGC, menyebut, pasukan Iran memang aktif di Suriah.
Kantor berita Reuters, mengutip sumber oposisi Suriah yang mengetahui pergerakan militer Iran, mengatakan, tim elite itu mengumpulkan intelijen dan melatih pasukan Assad.
Tuduhan dukungan dari Iran itu, menyusul laporan, bahwa kubu Assad baru-baru ini menerima pasokan amunisi dan peralatan tempur lain dari Moskow.
Sumber itu, berpendapat, dengan dukungan militer dari Iran dan Rusia, Kubu Assad tidak perlu membuat konsesi apa pun dalam perundingan damai untuk putaran ketiga di Jenewa nanti, jika hasilnya kembali menemui jalan buntu.
Sokongan dari Iran, lanjut sumber itu, termasuk pengerahan komandan senior dari Pasukan Elite Quds, yakni Korps Pengawal Revolusi Islam dan anggota IRGC. Tim elite itu bekerja bukan untuk melawan atau perang terbuka. Tapi mereka mengarahkan dan melatih pasukan Suriah loyalis Assad.
Sementara itu, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Iran membantah laporan itu.”Kami selalu mengatakan, bahwa kami mendukung saudara-saudara kami di Suriah dan menghormati keinginan mereka," katapejabat yang memberikan konfirmasi dengan syarat anonim.
"Iran tidak pernah terlibat di Suriah dengan menyediakan senjata, finansial atau dengan mengirim pasukan,” katanya lagi.Kendati dibantah, seorang mantan pejabat senior Iran yang memiliki jaringan dengan IRGC, menyebut, pasukan Iran memang aktif di Suriah.
(mas)