Rusia berharap Ukaraina temukan solusi untuk selesaikan krisis
Rabu, 19 Februari 2014 - 20:23 WIB
Rusia berharap Ukaraina temukan solusi untuk selesaikan krisis
A
A
A
Sindonews.com – Rusia berharap konflik di Ukraina dapat diselesaikan oleh otoritas setempat. "Posisi kepemimpinan Rusia dan presiden mengenai peristiwa di Ukraina adalah menunggu penyelesaian cepat dari krisis," kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov kepada wartawan setempat, Rabu (19/2/2014).
Menurut Peskov, Rusia menganggap itu adalah hak prerogatif otoritas yang sah di Ukraina untuk mencari cara penyelesaian krisis. Peskov, menambahkan bahwa Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Viktor Yanukovich telah melakukan percakapan telepon pada Selasa malam.
Namun, Peskov menolak untuk mengungkapkan rincian dari percakapan tersebut. Menurutnya, Putin tidak memberikan saran apapun kepada Yanukovich tentang bagaimana menangani situasi di Ukraina saat ini.
“Putin percaya, bahwa peristiwa-peristiwa di Ukraina adalah upaya kudeta dan Moskow mendukung upaya dialog dengan semua partai politik yang berada negara itu,” Petkov menambahkan. "Dalam pandangan Putin, semua tanggung jawab atas apa yang terjadi di Ukraina terletak pada ekstremis," lanjutnya.
Protes yang terjadi di Ukraina sejak November lalu untuk mendukung Ukraina menjadi anggota Uni Eropa, telah berubah menjadi kerusuhan pada pertengahan Januari. Pada Selasa malam, setidaknya 25 orang tewas dalam bentrokan antara demonstran dengan aparat di kota Kiev.
Menurut Peskov, Rusia menganggap itu adalah hak prerogatif otoritas yang sah di Ukraina untuk mencari cara penyelesaian krisis. Peskov, menambahkan bahwa Presiden Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Viktor Yanukovich telah melakukan percakapan telepon pada Selasa malam.
Namun, Peskov menolak untuk mengungkapkan rincian dari percakapan tersebut. Menurutnya, Putin tidak memberikan saran apapun kepada Yanukovich tentang bagaimana menangani situasi di Ukraina saat ini.
“Putin percaya, bahwa peristiwa-peristiwa di Ukraina adalah upaya kudeta dan Moskow mendukung upaya dialog dengan semua partai politik yang berada negara itu,” Petkov menambahkan. "Dalam pandangan Putin, semua tanggung jawab atas apa yang terjadi di Ukraina terletak pada ekstremis," lanjutnya.
Protes yang terjadi di Ukraina sejak November lalu untuk mendukung Ukraina menjadi anggota Uni Eropa, telah berubah menjadi kerusuhan pada pertengahan Januari. Pada Selasa malam, setidaknya 25 orang tewas dalam bentrokan antara demonstran dengan aparat di kota Kiev.
(esn)