Tiga pejabat diusir dari Venezuela, AS marah
Selasa, 18 Februari 2014 - 10:00 WIB
Tiga pejabat diusir dari Venezuela, AS marah
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Venezuela memberikan batas waktu hingga 48 jam untuk tiga diplomat Amerika Serikat (AS) yang berada di Kedutaan Besar AS di Caracas, agar hengkang dari Venezuela. Sementara itu, Pemerintah AS marah dan tidak terima dengan tuduhan dan tindakan pengusiran itu.
Ultimatum 48 jam itu muncul, setelah Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, memutuskan untuk mengusir tiga pejabat AS tersebut kemarin. Ketiganya dituduh memprovokasi para mahasiswa agar berdemonstrasi melawan pemerintah.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Elias Jaua, semalam waktu setempat, merinci tiga diplomat AS yang diusir. Mereka adalah Wakil Konsul AS, Breann Marie McCusker dan Jeffrey Elsen , dan sekretaris di Konsulat AS, Kristofer Lee Clark.
“Tiga pejabat telah membantu kelompok-kelompok yang berusaha untuk memicu kekerasan. Mereka memiliki 48 jam untuk meninggalkan Venezuela,” katanya, seperti dikutip RT, Selasa (18/2/2014).
Departemen Luar Negeri AS, marah dengan tindakan Pemerintah Venezuela terhadap tiga diplomat AS.”Tuduhan Maduro itu tidak berdasar dan palsu,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki. ”Seperti yang telah kita katakana sebelumnya, masa depan politik Venezuela adalah rakyat Venezuela yang memutuskan ,” lanjut Psaki.
Ultimatum 48 jam itu muncul, setelah Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, memutuskan untuk mengusir tiga pejabat AS tersebut kemarin. Ketiganya dituduh memprovokasi para mahasiswa agar berdemonstrasi melawan pemerintah.
Menteri Luar Negeri Venezuela, Elias Jaua, semalam waktu setempat, merinci tiga diplomat AS yang diusir. Mereka adalah Wakil Konsul AS, Breann Marie McCusker dan Jeffrey Elsen , dan sekretaris di Konsulat AS, Kristofer Lee Clark.
“Tiga pejabat telah membantu kelompok-kelompok yang berusaha untuk memicu kekerasan. Mereka memiliki 48 jam untuk meninggalkan Venezuela,” katanya, seperti dikutip RT, Selasa (18/2/2014).
Departemen Luar Negeri AS, marah dengan tindakan Pemerintah Venezuela terhadap tiga diplomat AS.”Tuduhan Maduro itu tidak berdasar dan palsu,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki. ”Seperti yang telah kita katakana sebelumnya, masa depan politik Venezuela adalah rakyat Venezuela yang memutuskan ,” lanjut Psaki.
(mas)