Abott: Australia tak akan gunakan intelijen untuk tujuan komersial
Senin, 17 Februari 2014 - 02:45 WIB
Abott: Australia tak akan gunakan intelijen untuk tujuan komersial
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, mengatakan pada Minggu (16/2/2014), bahwa negaranya tidak akan menggunakan intelijen untuk tujuan komersial.
Komentar ini dilontarkan Abott setelah munculnya laporan, bahwa badan intelijen Australia, Australian Signals Directorate (ASD) menawarkan untuk berbagi data dengan badan intelijen Amerika Serikat (AS), National Security Agency (NSA).
Seperti dilaporkan New York Times, data yang ditawarkan ASD itu adalah hasil dari pengawasan sebuah firma hukum AS yang mewakili Indonesia dalam sengketa perdagangan dengan AS.
"Kami tidak pernah mengomentari masalah operasional intelijen. Australia tidak menggunakan kemampuan intelijen untuk merugikan negara-negara lain,” kata Abott kepada wartawan, Minggu (16/2/2014), seperti dikutip dari Sky News Australia.
"Kami menggunakannya untuk kepentingan teman-teman kita. Kami menggunakannya untuk menegakkan nilai-nilai kita. Kami menggunakannya untuk melindungi warga negara kita dan warga negara lain. Kami tidak menggunakannya untuk tujuan komersial," jelas Abott.
Komentar ini dilontarkan Abott setelah munculnya laporan, bahwa badan intelijen Australia, Australian Signals Directorate (ASD) menawarkan untuk berbagi data dengan badan intelijen Amerika Serikat (AS), National Security Agency (NSA).
Seperti dilaporkan New York Times, data yang ditawarkan ASD itu adalah hasil dari pengawasan sebuah firma hukum AS yang mewakili Indonesia dalam sengketa perdagangan dengan AS.
"Kami tidak pernah mengomentari masalah operasional intelijen. Australia tidak menggunakan kemampuan intelijen untuk merugikan negara-negara lain,” kata Abott kepada wartawan, Minggu (16/2/2014), seperti dikutip dari Sky News Australia.
"Kami menggunakannya untuk kepentingan teman-teman kita. Kami menggunakannya untuk menegakkan nilai-nilai kita. Kami menggunakannya untuk melindungi warga negara kita dan warga negara lain. Kami tidak menggunakannya untuk tujuan komersial," jelas Abott.
(esn)