Ditangkap, 75 WN Sri Lanka yang niat berlayar ke Selandia Baru
Rabu, 12 Februari 2014 - 19:51 WIB
Ditangkap, 75 WN Sri Lanka yang niat berlayar ke Selandia Baru
A
A
A
Sindonews.com - Sebanyak 75 warga Sri Lanka, termasuk enam anak-anak ditangkap oleh aparat negara itu ketika tengah bersiap melakukan perjalanan ilegal ke Selandia Baru.
"Kelompok dari timur Sri Lanka ini telah bersiap-siap untuk melakukan perjalanan laut yang berbahaya untuk mencapai Selandia Baru," kata juru bicara Kepolisian Sri Lanka, Ajith Rohana seperti dilansir dari Xinhua, Rabu (12/2/2014).
Sri Lanka telah menjadi sumber dari ribuan imigran ilegal atau yang disebut juga sebagai “manusia perahu” ke Australia selama beberapa tahun terakhir. Setidaknya 1.500 orang telah ditangkap oleh Angkatan Laut ketika mencoba untuk meninggalkan Sri Lanka.
Sementara pemerintah Australia telah mendeportasi imigran gelap Sri Lanka dengan jumlah yang sama sebagai bagian dari kebijakan imigrasi ketat.
Pemerintah Australia bekerja sama dengan Angkatan Laut setempat bekerja sama untuk memantau dan mencegah para ”manusia perahu” bermigrasi secara ilegal dari Sri Lanka. Kedua belah juga telah menerapkan program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak bermigrasi secara ilegal.
"Kelompok dari timur Sri Lanka ini telah bersiap-siap untuk melakukan perjalanan laut yang berbahaya untuk mencapai Selandia Baru," kata juru bicara Kepolisian Sri Lanka, Ajith Rohana seperti dilansir dari Xinhua, Rabu (12/2/2014).
Sri Lanka telah menjadi sumber dari ribuan imigran ilegal atau yang disebut juga sebagai “manusia perahu” ke Australia selama beberapa tahun terakhir. Setidaknya 1.500 orang telah ditangkap oleh Angkatan Laut ketika mencoba untuk meninggalkan Sri Lanka.
Sementara pemerintah Australia telah mendeportasi imigran gelap Sri Lanka dengan jumlah yang sama sebagai bagian dari kebijakan imigrasi ketat.
Pemerintah Australia bekerja sama dengan Angkatan Laut setempat bekerja sama untuk memantau dan mencegah para ”manusia perahu” bermigrasi secara ilegal dari Sri Lanka. Kedua belah juga telah menerapkan program untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak bermigrasi secara ilegal.
(esn)