Korut diduga siapkan peluncuran roket raksasa 50 meter
Jum'at, 07 Februari 2014 - 10:53 WIB
Korut diduga siapkan peluncuran roket raksasa 50 meter
A
A
A
Sindonews.com - Korea Utara (Korut) tengah menyelesaikan pembuatan landasan peluncuran satelit utamanya, yang salah satunya bisa digunakan untuk meluncurkan roket raksasa sepanjang 50 meter. Demikian laporan riset Korea Insitute dari Universitas John Hopkins Amerika Serikat.
Laporan itu dirilis kemarin melalui situs 38 North. Lokasi landasan untuk peluncuran roket raksasa itu berada di Sohae, barat laut Korut.
Laporan itu juga disertai gambar roket sepanjang 50 meter, yang dibuat lebih lama dari tiga roket Korut yang telah ditempatkan disatelit orbit pada bulan Desember 2012. Peluncuran roket itu telah dikutuk masyarakat internasional, dan PBB telah memperketat sanksi terhadap Korut.
Pembuatan landasan untuk peluncuran roket raksasa Korut itu, diperkirakan rampung pada Maret atau April 2014 mendatang.”Ini akan jadi tambahan peluncuran roket Unha-3, yang mungkin menjadi varian yang lebih panjang, seperti roket Unha-9, yang pertama kali ditampilkan pada tahun 2012,” bunyi laporan riset itu, seperti dikutip AFP, Jumat (7/2/2014).
Pyongyang sendiri telah mengklaim memiliki rudal balistik yang mampu menjangkau antar-benua. Namun, rudal balistik tersebut belum pernah diuji coba. Banyak ahli percaya, bahwa prototipe yang ditampilkan pada parade militer baru-baru ini adalah bagian dari rudal tersebut.
Laporan itu dirilis kemarin melalui situs 38 North. Lokasi landasan untuk peluncuran roket raksasa itu berada di Sohae, barat laut Korut.
Laporan itu juga disertai gambar roket sepanjang 50 meter, yang dibuat lebih lama dari tiga roket Korut yang telah ditempatkan disatelit orbit pada bulan Desember 2012. Peluncuran roket itu telah dikutuk masyarakat internasional, dan PBB telah memperketat sanksi terhadap Korut.
Pembuatan landasan untuk peluncuran roket raksasa Korut itu, diperkirakan rampung pada Maret atau April 2014 mendatang.”Ini akan jadi tambahan peluncuran roket Unha-3, yang mungkin menjadi varian yang lebih panjang, seperti roket Unha-9, yang pertama kali ditampilkan pada tahun 2012,” bunyi laporan riset itu, seperti dikutip AFP, Jumat (7/2/2014).
Pyongyang sendiri telah mengklaim memiliki rudal balistik yang mampu menjangkau antar-benua. Namun, rudal balistik tersebut belum pernah diuji coba. Banyak ahli percaya, bahwa prototipe yang ditampilkan pada parade militer baru-baru ini adalah bagian dari rudal tersebut.
(mas)