Korut ancam batalkan reuni jika Korsel & AS latihan perang
Kamis, 06 Februari 2014 - 17:30 WIB
Korut ancam batalkan reuni jika Korsel & AS latihan perang
A
A
A
Sindonews.com-Pemerintah Korea Utara (Korut) mengancam akan membatalkan reuni rakyat dengan Korea Selatan (Korsel), jika Seoul nekat menggelar latihan perang bersama Amerika Serikat (AS).
Tahun lalu, Korut secara sepihak membatalkan kesepakatan reuni rakyat korban perang yang terpisah di dua negara itu pada menit-menit akhir, setelah ketegangan dengan Korsel memanas. ”Dialog dan latihan perang tidak bisa berjalan beriringan,” tulis kantor berita Korsel, Yonhap, mengutip pernyataan Pemerintah Korut, Kamis (6/2/2014).
Kedua Korea terakhir menggelar reuni rakyat pada tahun 2010. Kemarin, kedua Korea telah sepakat untuk menggelar reuni pada 20 Februari 2014.
”Ketika kami mencapai kesepakatan tentang reuni keluarga yang terpisah, namun nanti pesawat pembom B - 52 terlibat dalam latihan serangan nuklir terhadap kami di atas laut barat Korea,” bunyi pernyataan dari Komisi Pertahanan Nasional Korut.
Latihan militer besar-besaran oleh militer Korsel dan AS direncanakan berlangsung akhir bulan ini. Jika rencana itu terealisasi, ketegangan di Semenanjung Korea akan semakin meningkat. Korut sejak awal mengecam dan menentang latihan militer dua negara tersebut.
”Selama (Korsel) menyakiti martabat kita, dan memfitnah rezim Korut, kami tidak bisa membantu memenuhi perjanjian (reuni) tersebut,” imbuh pernyataan itu.
Sementara itu, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, mengatakan, latihan perang gabungan akan berlangung untuk waktu mendatang. ”Kami akan melanjutkan dengan latihan kami seperti biasa, terlepas ada kesepakatan reuni keluarga yang terpisah itu,” kata juru bicara kementerian itu, Kim Min – seok.
Tahun lalu, Korut secara sepihak membatalkan kesepakatan reuni rakyat korban perang yang terpisah di dua negara itu pada menit-menit akhir, setelah ketegangan dengan Korsel memanas. ”Dialog dan latihan perang tidak bisa berjalan beriringan,” tulis kantor berita Korsel, Yonhap, mengutip pernyataan Pemerintah Korut, Kamis (6/2/2014).
Kedua Korea terakhir menggelar reuni rakyat pada tahun 2010. Kemarin, kedua Korea telah sepakat untuk menggelar reuni pada 20 Februari 2014.
”Ketika kami mencapai kesepakatan tentang reuni keluarga yang terpisah, namun nanti pesawat pembom B - 52 terlibat dalam latihan serangan nuklir terhadap kami di atas laut barat Korea,” bunyi pernyataan dari Komisi Pertahanan Nasional Korut.
Latihan militer besar-besaran oleh militer Korsel dan AS direncanakan berlangsung akhir bulan ini. Jika rencana itu terealisasi, ketegangan di Semenanjung Korea akan semakin meningkat. Korut sejak awal mengecam dan menentang latihan militer dua negara tersebut.
”Selama (Korsel) menyakiti martabat kita, dan memfitnah rezim Korut, kami tidak bisa membantu memenuhi perjanjian (reuni) tersebut,” imbuh pernyataan itu.
Sementara itu, seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, mengatakan, latihan perang gabungan akan berlangung untuk waktu mendatang. ”Kami akan melanjutkan dengan latihan kami seperti biasa, terlepas ada kesepakatan reuni keluarga yang terpisah itu,” kata juru bicara kementerian itu, Kim Min – seok.
(mas)