Bayi hantu di AS terlahir tanpa ada darah yang keluar
Kamis, 06 Februari 2014 - 11:28 WIB
Bayi hantu di AS terlahir tanpa ada darah yang keluar
A
A
A
Sindonews.com – Dokter di sebuah rumah sakit di Orange Country, California, Amerika Serikat (AS) dibuat bingung dengan kelahiran seorang bayi dari rahim ibunya tanpa ada darah yang keluar. Bahkan, bayi itu tampak putih pucat seperti kekurangan darah, sehingga dijuluki “bayi hantu”.
”Dia menangis dan mereka (dokter) membawanya ke kami. Dia benar-benar pucat,” kata Josh Juarez, ayah bayi itu kepada stasiun televisi ABC7, kemarin. “Saya tahu bahwa ada sesuatu yang benar-benar salah, ketika mereka mulai menusuk kaki bayi untuk mencari darah yang keluar, dan ternyata tidak ada darah yang keluar,” lanjut ayah bayi bernama Hope Juarez itu.
Marielle Nguyen, seorang neonatologis di Pusat Medis Irvine, membenarkan bayi itu terlahir dengan kondisi warna kulit putih pucat. ”Dia mungkin kehilangan sekitar 80 persen atau lebih (darah),” kata dokter itu.
Menurut dokter, bayi itu diduga telah kehilangan sebagian darahnya saat berada di dalam rahim ibunya. Kasus seperti ini cenderung membahayakan kehidupan janin.
Sang ibu bayi, Jennifer Juarez, sebelumnya telah memiliki firasat aneh, ketika bayi yang dikandungnya berhenti menendang di saat usia kandungan tinggal tiga minggu sebelum kelahiran. Karena khawatir, Jennifer minta dioperasi caesar darurat dengan tujuan menyelamatkan bayi perempuannya itu.
Kasus serupa sejatinya pernah terjadi di Inggris beberapa tahun lalu, di mana bayi bernama Olivia Bearman lahir prematur dengan kondisi warna putih pucat pada September 2012.
”Ini adalah keajaiban, dia selamat,” kata soerang Sharon Pilgrim kala itu kepada Telegraph. ”Dia sangat pucat ketika lahir dan mengalami kesulitan bernapas.”
”Dia menangis dan mereka (dokter) membawanya ke kami. Dia benar-benar pucat,” kata Josh Juarez, ayah bayi itu kepada stasiun televisi ABC7, kemarin. “Saya tahu bahwa ada sesuatu yang benar-benar salah, ketika mereka mulai menusuk kaki bayi untuk mencari darah yang keluar, dan ternyata tidak ada darah yang keluar,” lanjut ayah bayi bernama Hope Juarez itu.
Marielle Nguyen, seorang neonatologis di Pusat Medis Irvine, membenarkan bayi itu terlahir dengan kondisi warna kulit putih pucat. ”Dia mungkin kehilangan sekitar 80 persen atau lebih (darah),” kata dokter itu.
Menurut dokter, bayi itu diduga telah kehilangan sebagian darahnya saat berada di dalam rahim ibunya. Kasus seperti ini cenderung membahayakan kehidupan janin.
Sang ibu bayi, Jennifer Juarez, sebelumnya telah memiliki firasat aneh, ketika bayi yang dikandungnya berhenti menendang di saat usia kandungan tinggal tiga minggu sebelum kelahiran. Karena khawatir, Jennifer minta dioperasi caesar darurat dengan tujuan menyelamatkan bayi perempuannya itu.
Kasus serupa sejatinya pernah terjadi di Inggris beberapa tahun lalu, di mana bayi bernama Olivia Bearman lahir prematur dengan kondisi warna putih pucat pada September 2012.
”Ini adalah keajaiban, dia selamat,” kata soerang Sharon Pilgrim kala itu kepada Telegraph. ”Dia sangat pucat ketika lahir dan mengalami kesulitan bernapas.”
(mas)