Jelang pertemuan SBY & PM Singapura, dua Menlu bersua
Rabu, 05 Februari 2014 - 15:22 WIB
Jelang pertemuan SBY & PM Singapura, dua Menlu bersua
A
A
A
Sindonews.com – Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty M. Natalegawa dan Menteri Luar Negeri Singapura, K. Shanmugam, bertemu untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang antar-kedua negara.
Pertemuan dua Menlu yang berlangsung di Bandung kemarin terjadi, menjelang pertemuan tahunan Leader’s Retreat antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong pada tahun ini. Namun, pertemuan tahunan dua pemimpin itu, belum diketahui jadwalnya.
Kedua Menlu, seperti dikutip situs resmi Kemlu RI, telah membahas berbagai hal untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Di antaranya, kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, transportasi, pariwisata dan lain-lain.
“Singapura merupakan negara asal investasi asing terbesar kedua di Indonesia setelah Jepang, dengan realisasi investasi sebesar USD 4,67 miliar pada tahun 2013,” tulis pihak Kemlu. Kedua Menlu juga membasa kerja sama di bidang politik keamanan, termasuk perkembangan perundingan perbatasan kedua negara.
Selain isu-isu bilateral, kedua Menlu juga membicarakan berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama. Di antaranya, upaya mewujudkan komunitas ASEAN 2015, situasi keamanan di kawasan dan global, dan kerja sama di berbagai forum internasional.
Pertemuan dua Menlu yang berlangsung di Bandung kemarin terjadi, menjelang pertemuan tahunan Leader’s Retreat antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong pada tahun ini. Namun, pertemuan tahunan dua pemimpin itu, belum diketahui jadwalnya.
Kedua Menlu, seperti dikutip situs resmi Kemlu RI, telah membahas berbagai hal untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. Di antaranya, kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, transportasi, pariwisata dan lain-lain.
“Singapura merupakan negara asal investasi asing terbesar kedua di Indonesia setelah Jepang, dengan realisasi investasi sebesar USD 4,67 miliar pada tahun 2013,” tulis pihak Kemlu. Kedua Menlu juga membasa kerja sama di bidang politik keamanan, termasuk perkembangan perundingan perbatasan kedua negara.
Selain isu-isu bilateral, kedua Menlu juga membicarakan berbagai isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama. Di antaranya, upaya mewujudkan komunitas ASEAN 2015, situasi keamanan di kawasan dan global, dan kerja sama di berbagai forum internasional.
(mas)