Menlu AS ancam boikot Israel, Netanyahu berang
Senin, 03 Februari 2014 - 11:15 WIB
Menlu AS ancam boikot Israel, Netanyahu berang
A
A
A
Sindonews.com - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berang dengan ancaman pemboikotan Israel yang disampaikan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry. Kerry mengancam memboikot Israel jika perundingan damai dengan Palestina gagal.
”Upaya untuk memaksakan boikot pada negara Israel, adaah tindakan tidak bermoral dan tidak adil,” kata Netanyahu, pada rapat kabinet mingguan.
Kerry sebelumnya menyampaikan kepada dunia internasional untuk memboikot Israel, jika konflik Israel dan Palestina tidak berakhir. Ancaman yang disampaikan di Munich, Jerman itu, mengacu pada dampak ekonomi Israel yang potensial.
”Bagi Israel, taruhannya juga sangat tinggi,” Kerry. ”Untuk Israel ada kampanye pembangunan (permukiman). Orang-orang sangat sensitif terhadap itu. Ada pembicaraan tentang boikot dan hal lainnya,” lanjut Kerry, seperti dikutip Reuters, Senin (3/2/2014).
Kerry mengatakan, “status quo” tidak dapat dipertahankan jika pembicaraan damai gagal. ”Ini tidak berkelanjutan. Ini ilusi . Ada kemakmuran sesaat, ada kedamaian sesaat. Tetapi kenyataannya adalah status quo akan berubah jika ada kegagalan,” imbuh Kerry.
Menteri Intelijen Israel, Yuval Stenitz, menggambarkan ancaman boikot itu seperti Kerry menodongkan pistol ke kepala Israel.”Kata-kata Kerry menyinggung, tidak adil dan tidak dapat ditoleransi,” ujar Steinitz kepada radio militer Israel.
”Upaya untuk memaksakan boikot pada negara Israel, adaah tindakan tidak bermoral dan tidak adil,” kata Netanyahu, pada rapat kabinet mingguan.
Kerry sebelumnya menyampaikan kepada dunia internasional untuk memboikot Israel, jika konflik Israel dan Palestina tidak berakhir. Ancaman yang disampaikan di Munich, Jerman itu, mengacu pada dampak ekonomi Israel yang potensial.
”Bagi Israel, taruhannya juga sangat tinggi,” Kerry. ”Untuk Israel ada kampanye pembangunan (permukiman). Orang-orang sangat sensitif terhadap itu. Ada pembicaraan tentang boikot dan hal lainnya,” lanjut Kerry, seperti dikutip Reuters, Senin (3/2/2014).
Kerry mengatakan, “status quo” tidak dapat dipertahankan jika pembicaraan damai gagal. ”Ini tidak berkelanjutan. Ini ilusi . Ada kemakmuran sesaat, ada kedamaian sesaat. Tetapi kenyataannya adalah status quo akan berubah jika ada kegagalan,” imbuh Kerry.
Menteri Intelijen Israel, Yuval Stenitz, menggambarkan ancaman boikot itu seperti Kerry menodongkan pistol ke kepala Israel.”Kata-kata Kerry menyinggung, tidak adil dan tidak dapat ditoleransi,” ujar Steinitz kepada radio militer Israel.
(mas)