Assad khianati kesepakatan untuk hancurkan bom kimia
Sabtu, 01 Februari 2014 - 09:58 WIB
Assad khianati kesepakatan untuk hancurkan bom kimia
A
A
A
Sindonews.com – Rezim pemerintah Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad telah melanggar kesepakatan untuk menghancurkan senjata dan bom kimia sesuai waktu yang ditetapkan.
Kesepakatan itu dibuat Amerika Serikat (AS) dan Rusia untuk mencegah agresi militer AS terhadap Suriah beberapa bulan lalu.
”Bashar al - Assad menurut penilaian kami, tidak sepenuhnya mematuhi kesepakatan, karena waktu dan penundaan (penghancuran senjata kimia) telah bertentangan dengan putusan organisasi anti-senjata kimia (OPCW),” kata Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, kemarin, seperti dilansir voanews.
Tidak hanya menyalahkan Assad, Kerry juga mempertanyakan kredibilitas Rusia yang selama ini selalu membela Assad dalam upaya penghancuran senjata dan bom kimianya.
”Mereka tidak hanya bermain-main dengan kredibilitas mereka sendiri,” ucap Kerry. ”Tapi setelah pembicaraan pertama dengan AS dan Rusia, mereka bermain-main dengan kredibilitas yang dipegang Rusia.”
Sementara itu, Pemerintah Suriah mengatakan masalah keamanan dan logistik menjadi hambatan utama dalam pengumpulan dan pengangkutan senjata kimia.
Kerry menekan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov untuk menjaga kesepakatan penghancuran senajata kimia milik rezim Assad tersebut. ”Rusia adalah mitra dalam upaya ini. Rusia jelas memainkan peran penting dalam membantu Suriah untuk memahami kewajiban mereka mematuhi kesepakatan,” imbuh dia.
Kesepakatan itu dibuat Amerika Serikat (AS) dan Rusia untuk mencegah agresi militer AS terhadap Suriah beberapa bulan lalu.
”Bashar al - Assad menurut penilaian kami, tidak sepenuhnya mematuhi kesepakatan, karena waktu dan penundaan (penghancuran senjata kimia) telah bertentangan dengan putusan organisasi anti-senjata kimia (OPCW),” kata Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, kemarin, seperti dilansir voanews.
Tidak hanya menyalahkan Assad, Kerry juga mempertanyakan kredibilitas Rusia yang selama ini selalu membela Assad dalam upaya penghancuran senjata dan bom kimianya.
”Mereka tidak hanya bermain-main dengan kredibilitas mereka sendiri,” ucap Kerry. ”Tapi setelah pembicaraan pertama dengan AS dan Rusia, mereka bermain-main dengan kredibilitas yang dipegang Rusia.”
Sementara itu, Pemerintah Suriah mengatakan masalah keamanan dan logistik menjadi hambatan utama dalam pengumpulan dan pengangkutan senjata kimia.
Kerry menekan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov untuk menjaga kesepakatan penghancuran senajata kimia milik rezim Assad tersebut. ”Rusia adalah mitra dalam upaya ini. Rusia jelas memainkan peran penting dalam membantu Suriah untuk memahami kewajiban mereka mematuhi kesepakatan,” imbuh dia.
(mas)