Oposisi: Rezim Assad hanya tahu darah & kematian
Sabtu, 01 Februari 2014 - 09:06 WIB
Oposisi: Rezim Assad hanya tahu darah & kematian
A
A
A
Sindonews.com – Perundingan damai Suriah bertajuk Konferensi Jenewa II untuk putaran pertama resmi berakhir kemarin. Namun, tidak ada hasil kesepakatan yang diperoleh antara kubu rezim Presiden Bashar al-Assad dan kubu oposisi.
Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem, menyebut oposisi belum matang untuk berunding. Sebaliknya, oposisi menuding balik, bahwa rezim Assad tidak punya niat untuk menghentikan pertumpahan darah.
Tudingan dari kubu oposisi itu, disampaikan seorang delegasi, Louay Safi. Safi mengatakan oposisi tidak akan menyerah untuk mendesak rezim Assad menyerahkan kekuasaan.
Pemimpin oposisi Ahmad Jarba, menambahkan, dia dan rekan-rekannya telah bersedia untuk berunding.”(Namun) rezim yang hanya tahu darah dan kematian,” ucap dia seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/2/2014).
Duta PBB, Lakhdar Brahimi, mengakui ada kebuntuan dalam perundingan yang ia sebut sangat sulit itu. Dia mengatakan, perundingan damai Suriah akan berlanjut pada putaran kedua yang dijadwalkan digelar 10 Februari 2014.
Brahimi berharap untuk perundingan selanjutnya, ada kemajuan yang berarti untuk mengakhiri konflik berdarah di Suriah yang telah menelan korban jiwa lebih dari 100 ribu jiwa.
Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem, menyebut oposisi belum matang untuk berunding. Sebaliknya, oposisi menuding balik, bahwa rezim Assad tidak punya niat untuk menghentikan pertumpahan darah.
Tudingan dari kubu oposisi itu, disampaikan seorang delegasi, Louay Safi. Safi mengatakan oposisi tidak akan menyerah untuk mendesak rezim Assad menyerahkan kekuasaan.
Pemimpin oposisi Ahmad Jarba, menambahkan, dia dan rekan-rekannya telah bersedia untuk berunding.”(Namun) rezim yang hanya tahu darah dan kematian,” ucap dia seperti dikutip Reuters, Sabtu (1/2/2014).
Duta PBB, Lakhdar Brahimi, mengakui ada kebuntuan dalam perundingan yang ia sebut sangat sulit itu. Dia mengatakan, perundingan damai Suriah akan berlanjut pada putaran kedua yang dijadwalkan digelar 10 Februari 2014.
Brahimi berharap untuk perundingan selanjutnya, ada kemajuan yang berarti untuk mengakhiri konflik berdarah di Suriah yang telah menelan korban jiwa lebih dari 100 ribu jiwa.
(mas)