Perundingan berakhir, kubu Assad & oposisi masih seteru
Jum'at, 31 Januari 2014 - 18:05 WIB
Perundingan berakhir, kubu Assad & oposisi masih seteru
A
A
A
Sindonews.com - Putaran pertama perundingan damai untuk Suriah bertajuk Konferensi Jenewa IIberakhir di Swiss, hari ini (31/1/2014). Namun, kedua kubu, yakni, rezim Pemerintah Bashar al-Assad dan oposisi masih berseteru dan belum ada kesepakatan yang pasti.
Pada perundingan putaran pertama yang berlangsung nyaris sepekan, kedua kubu tetap pada pemikiran mereka masing-masing. Kubu Assad bersikeras, perundingan hanya membahas cara mengusir teroris dari tanah Suriah. Sedangkan kubu oposisi menegaskan perundingan harus berakhir dengan pembentukan pemerintahan transisi tanpa ada lagi rezim Assad di Suriah.
Duta PBB, Lakhdar Brahimi, berharap ada kemajuan yang lebih pada perundingan putaran kedua yang akan digelar pekan depan. Menurutnya, kedua kubu pada Kamis kemarin, sama-sama merenungkan imbas konflik Suriah yang telah menewaskan lebih dari 100.000 jiwa sejak Maret 2012.
Mengutip kantor berita BBC, Jumat (31/1/2014), perundingan putaran pertama akan ditutup hari ini dan akan dilanjutkan pada putaran kedua pada 10 Februari 2014 mendatang. ”Saya berharap bahwa dalam sesi berikutnya, ketika kita kembali, kita akan mampu untuk terlibat diskusi yang lebih terstruktur,” kata Brahimi.
Brahimi mengaku sangat kecewa, bahwa konvoi bantuan PBB masih belum bisa masuk ke wilayah yang dikuasai pemberontak di kota tua Homs. Padahal di kota itu, banyak warga yang terancam tewas karena kelaparan.
Pejabat Amerika Serikat dan Rusia saling menasihati para delegasi sekutu mereka. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki –moon, mengatakan, bahwa PBB akan terus mengeksplorasi setiap kesempatan untuk lebih maju dalam perundingan Suriah.
“Negosiasi terbukti sangat sulit, tidak seperti yang kita harapkan,” kata Ki-moon saat jumpa pers dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel. ”Yang kami butuhkan sekarang adalah koridor kemanusiaan, karena kesulitan dari orang-orang di Suriah telah melampui batas.”
Pada perundingan putaran pertama yang berlangsung nyaris sepekan, kedua kubu tetap pada pemikiran mereka masing-masing. Kubu Assad bersikeras, perundingan hanya membahas cara mengusir teroris dari tanah Suriah. Sedangkan kubu oposisi menegaskan perundingan harus berakhir dengan pembentukan pemerintahan transisi tanpa ada lagi rezim Assad di Suriah.
Duta PBB, Lakhdar Brahimi, berharap ada kemajuan yang lebih pada perundingan putaran kedua yang akan digelar pekan depan. Menurutnya, kedua kubu pada Kamis kemarin, sama-sama merenungkan imbas konflik Suriah yang telah menewaskan lebih dari 100.000 jiwa sejak Maret 2012.
Mengutip kantor berita BBC, Jumat (31/1/2014), perundingan putaran pertama akan ditutup hari ini dan akan dilanjutkan pada putaran kedua pada 10 Februari 2014 mendatang. ”Saya berharap bahwa dalam sesi berikutnya, ketika kita kembali, kita akan mampu untuk terlibat diskusi yang lebih terstruktur,” kata Brahimi.
Brahimi mengaku sangat kecewa, bahwa konvoi bantuan PBB masih belum bisa masuk ke wilayah yang dikuasai pemberontak di kota tua Homs. Padahal di kota itu, banyak warga yang terancam tewas karena kelaparan.
Pejabat Amerika Serikat dan Rusia saling menasihati para delegasi sekutu mereka. Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki –moon, mengatakan, bahwa PBB akan terus mengeksplorasi setiap kesempatan untuk lebih maju dalam perundingan Suriah.
“Negosiasi terbukti sangat sulit, tidak seperti yang kita harapkan,” kata Ki-moon saat jumpa pers dengan Kanselir Jerman, Angela Merkel. ”Yang kami butuhkan sekarang adalah koridor kemanusiaan, karena kesulitan dari orang-orang di Suriah telah melampui batas.”
(mas)