AS: Afghanistan tak bisa terus tunda perjanjian keamanan
Kamis, 30 Januari 2014 - 22:23 WIB
AS: Afghanistan tak bisa terus tunda perjanjian keamanan
A
A
A
Sindonews.com – Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya tidak bisa terus menunda keputusan tentang misi di Afghanistan pasca 2014. Demikian ditegaskan Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, Kamis (30/1/2014).
Ia mendesak Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, untuk menandatangani sebuah pakta yang memungkinkan pasukan AS untuk tetap berada di Afghanistan setelah 2014.
"Anda tidak bisa hanya terus menunda dan menunda, karena di beberapa titik realitas perencanaan dan anggaran, serta semua yang diperlukan akan bertabrakan," kata Hagel, seperti dikutip dari Reuters.
Hagel mengatakan, negara-negara anggota NATO lainnya juga prihatin dengan keterlambatan dalam menyelesaikan rencana mereka di Afghanistan pasca 2014. Menurut Hagel, ada batasan bagi AS untuk mendesak Karzai.
"Karzai adalah presiden terpilih dari bangsa yang berdaulat. Dan, kemampuan kita untuk mempengaruhi keputusan apapun dari presiden terpilih dan pemimpin bangsa yang berdaulat, jelas terbatas," katanya.
Pemerintahan Presiden Barack Obama telah menekan Karzai untuk segera menandatangani perjanjian keamanan itu. AS juga memperingatkan Afghanistan, jika pakta itu tak ditandatangani, pasukan internasional bisa ditarik keluar dari Afghanistan pada akhir tahun ini dan meninggalkan negara itu dalam kondisi rentan perang saudara.
Sementara Karzai menuntut diakhirinya operasi militer AS di Afghanistan dan digelarnya pembicaraan damai dengan Taliban, sebelum ia menandatangani kesepakatan itu.
Ia mendesak Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, untuk menandatangani sebuah pakta yang memungkinkan pasukan AS untuk tetap berada di Afghanistan setelah 2014.
"Anda tidak bisa hanya terus menunda dan menunda, karena di beberapa titik realitas perencanaan dan anggaran, serta semua yang diperlukan akan bertabrakan," kata Hagel, seperti dikutip dari Reuters.
Hagel mengatakan, negara-negara anggota NATO lainnya juga prihatin dengan keterlambatan dalam menyelesaikan rencana mereka di Afghanistan pasca 2014. Menurut Hagel, ada batasan bagi AS untuk mendesak Karzai.
"Karzai adalah presiden terpilih dari bangsa yang berdaulat. Dan, kemampuan kita untuk mempengaruhi keputusan apapun dari presiden terpilih dan pemimpin bangsa yang berdaulat, jelas terbatas," katanya.
Pemerintahan Presiden Barack Obama telah menekan Karzai untuk segera menandatangani perjanjian keamanan itu. AS juga memperingatkan Afghanistan, jika pakta itu tak ditandatangani, pasukan internasional bisa ditarik keluar dari Afghanistan pada akhir tahun ini dan meninggalkan negara itu dalam kondisi rentan perang saudara.
Sementara Karzai menuntut diakhirinya operasi militer AS di Afghanistan dan digelarnya pembicaraan damai dengan Taliban, sebelum ia menandatangani kesepakatan itu.
(esn)