Perundingan dingin, di tengah seteru rezim Assad & oposisi

Kamis, 30 Januari 2014 - 14:30 WIB
Perundingan dingin,...
Perundingan dingin, di tengah seteru rezim Assad & oposisi
A A A
Sindonews.com – Sudah lima hari perundingan damai untuk Suriah di Jenewa berlangsung. Namun, tanda-tanda kedua kubu yang berseteru (Rezim Presiden Bashar al-Assad dan oposisi) mencapai kesepakatan damai masih samar.

Delegasi dari rezim Assad bersikeras, bahwa menggulingkan Assad adalah mimpi. Sebaliknya, delegasi dari oposisi menganggap rezim Assad sudah mati, dan sudah saatnya Suriah memiliki masa depan dengan pemerintahan transisi tanpa Assad.

Praktis, perundingan yang digagas Amerika Serikat dan Rusia dan difasilitasi PBB dengan tajuk “Konferensi Jenewa II” itu tetap “dingin”. Mediator dari PBB, Lakhdar Brahimi mengakui ada kebekuan di antara kedua kubu, meski perlahan-lahan mulai mencair.

”Kesenjangan di antara mereka cukup besar,” kata Brahimi, seperti dilansir New York Times, kemarin. Menurutnya, harapan ada pada pembicaraan berikutnya, jika kedua pihak ingin membuat perundingan menjadi lebih produktif.”Akan dibahas Jumat,” ucapnya.

Seorang juru bicara oposisi, Louay Safi, mengaku optismistis, bahwa perundingan akan menghasilkan langkah yang positif. Menurutnya, kubu oposisi tetap berpegang, bahwa Konferensi Jenewa II tetap mengacu kepada hasil Konferensi Jenewa I pada Juni 2012, di mana hasilnya menyerukan pembentukan pemerintahan transisi dan penyerahan kekuasaan dari rezim Assad.

Tapi, lagi-lagi rasa opotimistis kubu oposisi tidak berpengaruh untuk kubu Assad. Menteri Luar Negeri Suriah, Walid al -Moallem, sebelum konferensi dibuka menegaskan, fokus Konferensi Jenewa II, hanya membahas cara mengusir teroris dari tanah Suriah, bukan untuk membahas penyerahan kekuasaan.

Bouthaina Shaaban, seorang anggota delegasi rezim Assad kepada The Associated Press, mengatakan, bahwa perundingan di Jenewa Rabu kemarin memang lebih konstruktif. Tapi dia menolak gagasan pembentukan badan transisi.

Sementara itu, di saat kedua kubu yang berseteru berunding dengan hasil yang masih samar di Jenewa, pasukan Pemerintah Suriah menjatuhkan 20 bom barel mematikan di Daraya , pinggiran Damaskus. Beberapa korban jiwa berjatuhan.

Masalah lain yang tak kalah mencemaskan adalah nasib warga di Kota Homs yang terancam mati kelaparan, karena terkepung pasukan pemerintah. Mereka tidak bisa lari untuk mencari makanan, setelah terjebak di medan perang antara pasukan Assad dengan pasukan pemberontak atau oposisi. ”Kami tidak ingin mati dari rasa sakit dan kelaparan,” kata seorang pendeta gereja ortodoks Suriah, dalam bahasa Arab.
(mas)
Berita Terkait
Tenda Permukiman Keluarga...
Tenda Permukiman Keluarga Terlantar yang Dikuasai Pemberontak Ditembaki Pasukan Suriah
Pasukan Suriah Serang...
Pasukan Suriah Serang Qardaha, Bentrokan Sengit di Latakia dan Tartous
Warga Suriah Menyeberangi...
Warga Suriah Menyeberangi Sungai ke Lebanon, Ribuan Mengungsi di Tengah Kekerasan di Pesisir
Gempuran Serangan Udara...
Gempuran Serangan Udara di Idlib, 21 Warga Tewas
Pemberontak Kuasai Aleppo,...
Pemberontak Kuasai Aleppo, Pasukan Bashar al-Assad Mundur
Presiden Iran Minta...
Presiden Iran Minta Negara-negara Islam Bantu Suriah Hadapi Pemberontak
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
52 menit yang lalu
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
2 jam yang lalu
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
3 jam yang lalu
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
4 jam yang lalu
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
5 jam yang lalu
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
6 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved