Abaikan ancaman Korut, Korsel tetap akan gelar latihan perang
Selasa, 28 Januari 2014 - 23:33 WIB
Abaikan ancaman Korut, Korsel tetap akan gelar latihan perang
A
A
A
Sindonews.com – Korea Selatan (Korsel) mengaku akan tetap melaksanakan latihan perang di dekat perbatasan laut yang disengketakan dengan Korea Utara (Korut), meskipun Pyongyang telah mengeluarkan peringatan.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min-seok, mengatakan kepada wartawan, Selasa (28/1/2014), bahwa Korut telah mengirimkan pesan via faksimile pada awal pekan ini dan menuntut latihan perang yang akan melibatkan artileri di pulau Baengnyeong dan Yeonpyeong, di Laut Kuning, untuk dibatalkan.
“Pesan dari tubuh militer Korut, Komisi Pertahanan Nasional (NDC), mengancam "konsekuensi serius" jika latihan perang tetap dilangsungkan,” jelas Min-seok, seperti dikutip dari AFP.
Korsel menjawab pesan Korut itu, bahwa latihan perang ini adalah "latihan militer yang sah", yang akan dilaksanakan sesuai jadwal. Korsel juga memperingatkan akan adanya "serangan balasan yang kuat" untuk setiap provokasi dari Korut.
Keinginan yang berbeda soal latihan perang ini terjadi disaat kedua Korea tengah berupaya untuk menggelar kembali reuni keluarga bagi orang-orang yang dipisahkan oleh Perang Korea di era 1950-1953.
"Latihan dan keluarga reuni adalah masalah yang sama sekali berbeda. Dan, kami menekankan, bahwa Korut tidak perlu berusaha untuk menghubungkan dua masalah ini," tandas Min-Seok.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel, Kim Min-seok, mengatakan kepada wartawan, Selasa (28/1/2014), bahwa Korut telah mengirimkan pesan via faksimile pada awal pekan ini dan menuntut latihan perang yang akan melibatkan artileri di pulau Baengnyeong dan Yeonpyeong, di Laut Kuning, untuk dibatalkan.
“Pesan dari tubuh militer Korut, Komisi Pertahanan Nasional (NDC), mengancam "konsekuensi serius" jika latihan perang tetap dilangsungkan,” jelas Min-seok, seperti dikutip dari AFP.
Korsel menjawab pesan Korut itu, bahwa latihan perang ini adalah "latihan militer yang sah", yang akan dilaksanakan sesuai jadwal. Korsel juga memperingatkan akan adanya "serangan balasan yang kuat" untuk setiap provokasi dari Korut.
Keinginan yang berbeda soal latihan perang ini terjadi disaat kedua Korea tengah berupaya untuk menggelar kembali reuni keluarga bagi orang-orang yang dipisahkan oleh Perang Korea di era 1950-1953.
"Latihan dan keluarga reuni adalah masalah yang sama sekali berbeda. Dan, kami menekankan, bahwa Korut tidak perlu berusaha untuk menghubungkan dua masalah ini," tandas Min-Seok.
(esn)