Militer Irak lancarkan serangan udara ke Fallujah
Senin, 27 Januari 2014 - 10:07 WIB
Militer Irak lancarkan serangan udara ke Fallujah
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan pemerintah Irak mengintensifkan serangan udara dan artileri ke kota Fallujah yang dikuasai kelompok militan terkait al-Qaeda, Negara Islam Irak dan Levant (ISIL), Minggu (26/1/2014).
Seperti dilaporkan Reuters yang mengutip pejabat rumah sakit dan pemimpin suku setempat, setidaknya tujuh orang tewas akibat serangan ini. Para pemimpin agama dan suku di kota yang terlatak 50 km sebelah barat Baghdad ini mengatakan, mereka khawatir serangan yang dilakukan tentara pemerintah mengakibatkan ribuan orang terpaksa mengungsi dari Fallujah.
Para pejabat rumah sakit di Falluja mengatakan, 42 orang telah terluka akibat serangan udara, artileri, dan tembakan mortir. Dalam dua hari terakhir, empat warga sipil telah tewas di Fallujah.
Pejabat keamanan Irak mengatakan, belum ada batas waktu yang ditetapkan untuk operasi militer di Falluja. Tetapi, ia menyuarakan keprihatinan, bahwa penundaan operasi militer memungkinkan pemberontak untuk memperkuat posisi mereka.
"Kami belum menerima lampu hijau untuk memulai serangan. Nnamun, semakin lama kita menunggu berarti al Qaeda bisa mendapatkan posisi lebih kuat dan mempersulit tugas kita untuk mengalahkan mereka," kata seorang anggota pasukan khusus Irak.
Pada Minggu pagi dilaporkan, militan al Qaeda telah menyerang sebuah pos militer di selatan Fallujah dan menyita dua kendaraan Humvee milik militer Irak. Militan al-Qaeda juga menghancurkan sebuah Humvee lainnya.
Seorang saksi mata menuturkan pada Reuters, bahwa ia melihat orang-orang bersenjata mengendarai Humvee, di mana empat orang yang mengenakan seragam tentara Irak menjadi tawanan.
Seperti dilaporkan Reuters yang mengutip pejabat rumah sakit dan pemimpin suku setempat, setidaknya tujuh orang tewas akibat serangan ini. Para pemimpin agama dan suku di kota yang terlatak 50 km sebelah barat Baghdad ini mengatakan, mereka khawatir serangan yang dilakukan tentara pemerintah mengakibatkan ribuan orang terpaksa mengungsi dari Fallujah.
Para pejabat rumah sakit di Falluja mengatakan, 42 orang telah terluka akibat serangan udara, artileri, dan tembakan mortir. Dalam dua hari terakhir, empat warga sipil telah tewas di Fallujah.
Pejabat keamanan Irak mengatakan, belum ada batas waktu yang ditetapkan untuk operasi militer di Falluja. Tetapi, ia menyuarakan keprihatinan, bahwa penundaan operasi militer memungkinkan pemberontak untuk memperkuat posisi mereka.
"Kami belum menerima lampu hijau untuk memulai serangan. Nnamun, semakin lama kita menunggu berarti al Qaeda bisa mendapatkan posisi lebih kuat dan mempersulit tugas kita untuk mengalahkan mereka," kata seorang anggota pasukan khusus Irak.
Pada Minggu pagi dilaporkan, militan al Qaeda telah menyerang sebuah pos militer di selatan Fallujah dan menyita dua kendaraan Humvee milik militer Irak. Militan al-Qaeda juga menghancurkan sebuah Humvee lainnya.
Seorang saksi mata menuturkan pada Reuters, bahwa ia melihat orang-orang bersenjata mengendarai Humvee, di mana empat orang yang mengenakan seragam tentara Irak menjadi tawanan.
(esn)