Oposisi desak rezim Suriah bebaskan puluhan ribu tahanan
Minggu, 26 Januari 2014 - 23:10 WIB
Oposisi desak rezim Suriah bebaskan puluhan ribu tahanan
A
A
A
Sindonews.com – Oposisi Suriah mendesak pemerintah Bashar al-Assad untuk membebaskan puluhan ribu tahanan dan membuka blokir Kota Homs untuk memungkinkan suplai bantuan bagi 500 keluarga yang ada di kota itu.
Hal ini terungkap dalam pembicaraan di Konferensi Jenewa II yang dihadiri kedua kubu yang bertikai. Setelah pembicaraan tatap muka pertama pada Sabtu (25/1/2014), wakil pemerintah dan oposisi Suriah bertemu lagi dengan dimediatori oleh utusan PBB, Lakhdar Brahimi, pada Minggu (26/1/2014) pagi.
Delegasi oposisi Suriah mengatakan, bahwa mereka telah menyerahkan daftar 47 ribu tahanan yang diminta untuk dibebaskan. Dari jumlah itu, pembebasan 2.500 tahanan perempuan dan anak-anak menjadi prioritas.
Anggota delegasi oposisi Suriah, Monzer Akbik, mengatakan, pemerintah telah berjanji untuk menjawab permintaan bantuan ke pusat kota Homs yang dikuasai pemberontak. Kota itu telah dikepung oleh pasukan yang setia pada Presiden Assad selama 18 bulan.
Menurut Akbik, 500 keluarga di Homs sangat membutuhkan makanan dan obat-obatan. "Rezim mengatakan mereka harus kembali ke Damaskus untuk membuat keputusan akhir tentang hal ini dan mereka akan memberikan jawaban hari ini," kata Akbik.
"Ini adalah teknik mengulur-ulur dan kami tidak melihat keseriusan dari sisi rezim," lanjutnya. Homs adalah salah satu pusat awal protes terhadap pemerintahan Assad yang meletus pada 2011, sebelum akhirnya Suriah berkubang dalam perang saudara.
Untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun itu, Amerika Serikat dan Rusia menggagas Konferensi Jenewa II yang dihadiri pemerintah dan oposisi Suriah.
Hal ini terungkap dalam pembicaraan di Konferensi Jenewa II yang dihadiri kedua kubu yang bertikai. Setelah pembicaraan tatap muka pertama pada Sabtu (25/1/2014), wakil pemerintah dan oposisi Suriah bertemu lagi dengan dimediatori oleh utusan PBB, Lakhdar Brahimi, pada Minggu (26/1/2014) pagi.
Delegasi oposisi Suriah mengatakan, bahwa mereka telah menyerahkan daftar 47 ribu tahanan yang diminta untuk dibebaskan. Dari jumlah itu, pembebasan 2.500 tahanan perempuan dan anak-anak menjadi prioritas.
Anggota delegasi oposisi Suriah, Monzer Akbik, mengatakan, pemerintah telah berjanji untuk menjawab permintaan bantuan ke pusat kota Homs yang dikuasai pemberontak. Kota itu telah dikepung oleh pasukan yang setia pada Presiden Assad selama 18 bulan.
Menurut Akbik, 500 keluarga di Homs sangat membutuhkan makanan dan obat-obatan. "Rezim mengatakan mereka harus kembali ke Damaskus untuk membuat keputusan akhir tentang hal ini dan mereka akan memberikan jawaban hari ini," kata Akbik.
"Ini adalah teknik mengulur-ulur dan kami tidak melihat keseriusan dari sisi rezim," lanjutnya. Homs adalah salah satu pusat awal protes terhadap pemerintahan Assad yang meletus pada 2011, sebelum akhirnya Suriah berkubang dalam perang saudara.
Untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir tiga tahun itu, Amerika Serikat dan Rusia menggagas Konferensi Jenewa II yang dihadiri pemerintah dan oposisi Suriah.
(esn)