Oposisi Suriah klaim Rusia tak rangkul Assad
Jum'at, 24 Januari 2014 - 15:12 WIB
Oposisi Suriah klaim Rusia tak rangkul Assad
A
A
A
Sindonews.com – Pemimpin oposisi Suriah mengatakan, masa depan Suriah tanpa Presiden Bashar al-Assad sudah di depan mata. Oposisi juga mengklaim, Rusia yang dikenal sebagai sekutu utama Assad tidak lagi merangkul Presiden Suriah itu.
Klaim itu disampaikan Kepala Koalisi Oposisi Nasional Suriah, Ahmad Jarba, di sela-sela Konferensi Jenewa II, kemarin. ”Rusia, sekutu utama Assad, telah memberikan jaminan bahwa, mereka tidak merangkul Assad,” katanya, seperti dikutip al-Jazeera, Jumat (24/1/2014).
Negosiasi damai untuk Suriah yang difasilitasi PBB itu, diperkirakan akan berlangsung seminggu. Selama konferensi, antara oposisi dan kubu Assad terus menyuarakan padangan yang saling bertentangan.
Pihak Rusia hingga kini belum memberikan komentar perihal klaim dari oposisi Suriah. Sedangkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry, mengatakan, tidak ada tanda-tanda Assad bersedia lengser, meskipun tidak ada masa depan untuknya di Suriah.
”Ini adalah orang yang telah melakukan kejahatan perang dan entah bagaimana ingin mengklaim legitimasi untuk dapat memerintah negara,” kata Kerry, menyindir Assad, dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Arabiya.
Klaim itu disampaikan Kepala Koalisi Oposisi Nasional Suriah, Ahmad Jarba, di sela-sela Konferensi Jenewa II, kemarin. ”Rusia, sekutu utama Assad, telah memberikan jaminan bahwa, mereka tidak merangkul Assad,” katanya, seperti dikutip al-Jazeera, Jumat (24/1/2014).
Negosiasi damai untuk Suriah yang difasilitasi PBB itu, diperkirakan akan berlangsung seminggu. Selama konferensi, antara oposisi dan kubu Assad terus menyuarakan padangan yang saling bertentangan.
Pihak Rusia hingga kini belum memberikan komentar perihal klaim dari oposisi Suriah. Sedangkan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) John Kerry, mengatakan, tidak ada tanda-tanda Assad bersedia lengser, meskipun tidak ada masa depan untuknya di Suriah.
”Ini adalah orang yang telah melakukan kejahatan perang dan entah bagaimana ingin mengklaim legitimasi untuk dapat memerintah negara,” kata Kerry, menyindir Assad, dalam wawancara dengan stasiun televisi al-Arabiya.
(mas)