PM Kamboja: Tak ada toleransi bagi setiap upaya kudeta
Minggu, 19 Januari 2014 - 04:07 WIB
PM Kamboja: Tak ada toleransi bagi setiap upaya kudeta
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, menegaskan pada Sabtu (18/1/2014), bahwa tidak akan ada toleransi bagi mereka yang mencoba untuk menggulingkan pemerintahan saat ini.
"Saya tidak akan membiarkan setiap kelompok atau individu untuk mengambil sandera negara dan setiap tindakan dengan karakteristik sebagai kudeta, tidak akan dapat diterima," tandas Hun Sen saat peresmian sebuah organisasi anak-anak di Provinsi Kratie.
"Saya ingin menarik para pemilih untuk Partai Rakyat Kamboja (CPP) agar bersiap-siap untuk melawan setiap kegiatan yang tidak memiliki tanggung jawab dan memiliki karakteristik sebagai kudeta," lanjutnya, seperti dikutip dari Xinhua.
Peringatan itu muncul setelah Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP), yang dipimpin oleh pemimpin oposisi Sam Rainsy, telah mengadakan sejumlah protes masal untuk menuntut pengunduran diri Hun Sen dan meminta digelarnya pemilihan ulang, setelah pemilu pada Juli tahun lalu.
Dalam pemilihan Juli lalu, CPP yang berkuasa memenangkan 68 kursi parlemen dan CNRP mendapat 55 kursi. Namun, kubu oposisi menolak untuk menerima hasil pemilu dan mengklaim adanya penyimpangan yang serius.
Sejak itu, kubu oposisi memboikot parlemen dan menggelar protes anti pemerintah. Aksi protes terbaru pada awal bulan ini berubah menjadi kekerasan yang mengakibatkan 4 empat pengunjuk rasa tewas, 26 terluka dan 11 ditangkap.
Hun Sen sendiri menegaskan, bahwa dia tidak akan mundur atau mengadakan pemilihan ulang. Ia justru mendesak oposisi untuk bergabung dengan parlemen. "Masalah Pembenahan harus dilakukan di meja perundingan dan di Majelis Nasional, tidak bisa dilakukan di jalan-jalan," katanya.
"Saya tidak akan membiarkan setiap kelompok atau individu untuk mengambil sandera negara dan setiap tindakan dengan karakteristik sebagai kudeta, tidak akan dapat diterima," tandas Hun Sen saat peresmian sebuah organisasi anak-anak di Provinsi Kratie.
"Saya ingin menarik para pemilih untuk Partai Rakyat Kamboja (CPP) agar bersiap-siap untuk melawan setiap kegiatan yang tidak memiliki tanggung jawab dan memiliki karakteristik sebagai kudeta," lanjutnya, seperti dikutip dari Xinhua.
Peringatan itu muncul setelah Partai Penyelamat Nasional Kamboja (CNRP), yang dipimpin oleh pemimpin oposisi Sam Rainsy, telah mengadakan sejumlah protes masal untuk menuntut pengunduran diri Hun Sen dan meminta digelarnya pemilihan ulang, setelah pemilu pada Juli tahun lalu.
Dalam pemilihan Juli lalu, CPP yang berkuasa memenangkan 68 kursi parlemen dan CNRP mendapat 55 kursi. Namun, kubu oposisi menolak untuk menerima hasil pemilu dan mengklaim adanya penyimpangan yang serius.
Sejak itu, kubu oposisi memboikot parlemen dan menggelar protes anti pemerintah. Aksi protes terbaru pada awal bulan ini berubah menjadi kekerasan yang mengakibatkan 4 empat pengunjuk rasa tewas, 26 terluka dan 11 ditangkap.
Hun Sen sendiri menegaskan, bahwa dia tidak akan mundur atau mengadakan pemilihan ulang. Ia justru mendesak oposisi untuk bergabung dengan parlemen. "Masalah Pembenahan harus dilakukan di meja perundingan dan di Majelis Nasional, tidak bisa dilakukan di jalan-jalan," katanya.
(esn)