Pasukan rezim Suriah rebut utara kota Aleppo
Selasa, 14 Januari 2014 - 22:55 WIB
Pasukan rezim Suriah rebut utara kota Aleppo
A
A
A
Sindonews.com – Pasukan Pemerintah Suriah berhasil merebut kembali wilayah utara kota Aleppo, setelah terlibat pertempuran selama dua pekan dengan pasukan pemberontak Suriah. Demikian dinyatakan milliter Suriah, Selasa (14/1/2014), seperti dikutip dari Reuters.
Pernyataan itu mengungkapkan, pasukan pemerintah telah mendorong keluar para pemberontak dari basis mereka di Bandara Internasional Aleppo yang terletak di sebelah tenggara kota Allepo. Pasukan yang setia pada Presiden Bashar al-Assad terus bergerak maju menuju kompleks industri yang selama ini menjadi basis pemberontak.
“Pasukan pemerintah, bersama dengan milisi yang setia kepada Assad, memiliki kontrol penuh atas daerah Naqareen, Zarzour, Taaneh, dan Subeihieh di sepanjang sisi timur dari Aleppo,” sebut pernyataan itu. Sebelum perang saudara meletus, wilayah ini adalah pusat komersial di Suriah.
Hingga kini, perang saudara yang telah berlangsung lebih dari dua tahun itu memang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Moskow dan Washington telah membuat seruan bersama untuk rezim al-Assad dan pemberontak untuk menyetujui gencatan senjata.
Desakan itu muncul menjelang perundingan damai untuk Suriah bertajuk Konferensi Jenewa II di Montreux, Swiss, 22 Januari 2014 nanti. Dalam sebuah pertemuan di Paris, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan, Presiden Bashar Al- Assad bersedia untuk membuka akses untuk penyaluran bantuan kemanusian ke daerah-daerah yang hancur.
Pernyataan itu mengungkapkan, pasukan pemerintah telah mendorong keluar para pemberontak dari basis mereka di Bandara Internasional Aleppo yang terletak di sebelah tenggara kota Allepo. Pasukan yang setia pada Presiden Bashar al-Assad terus bergerak maju menuju kompleks industri yang selama ini menjadi basis pemberontak.
“Pasukan pemerintah, bersama dengan milisi yang setia kepada Assad, memiliki kontrol penuh atas daerah Naqareen, Zarzour, Taaneh, dan Subeihieh di sepanjang sisi timur dari Aleppo,” sebut pernyataan itu. Sebelum perang saudara meletus, wilayah ini adalah pusat komersial di Suriah.
Hingga kini, perang saudara yang telah berlangsung lebih dari dua tahun itu memang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Moskow dan Washington telah membuat seruan bersama untuk rezim al-Assad dan pemberontak untuk menyetujui gencatan senjata.
Desakan itu muncul menjelang perundingan damai untuk Suriah bertajuk Konferensi Jenewa II di Montreux, Swiss, 22 Januari 2014 nanti. Dalam sebuah pertemuan di Paris, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, mengatakan, Presiden Bashar Al- Assad bersedia untuk membuka akses untuk penyaluran bantuan kemanusian ke daerah-daerah yang hancur.
(esn)