Dipaksa Taliban, gadis Afghanistan ini pakai rompi bom
Senin, 13 Januari 2014 - 12:45 WIB
Dipaksa Taliban, gadis Afghanistan ini pakai rompi bom
A
A
A
Sindonews.com – Gadis berusia 10 tahun yang ditangkap saat hendak meledakkan diri di dekat kantor polisi di Afghanistan beberapa hari lalu mengungkap motif aksunya. Dia mengaku, tindakannya dipaksa oleh keluarganya, yang merupakan militan Taliban.
Gadis yang dikenal dengan nama Spozhmai itu, juga dilarang keluarganya belajar membaca dan menulis. Kepada kantor berita BBC, yang dilansir Senin (13/1/2014), gadis yang mengenakan rompi bom bunuh diri di dekat kantor polisi di Provinsi Helmand, Afghanistan, mengaku ditekan kakak dan ayahnya. Kakak, gadis kecil itu merupakan salah satu komandan Taliban.
Spozhmai telah memohon kepada Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, agar diberi tempat perlindungan yang baru. Seorang juru bicara presiden, mengatakan, gadis itu bisa dipulangkan ke keluarganya, jika pemimpin suku menjamin keselamatannya.
Gadis itu mengaku, diminta ayahnya untuk pulang. Tapi dia menolak, karena takut. ”Saya akan bunuh diri daripada pulang dengan Anda,” kata gadis itu, mengacu pada permintaan ayahnya.
Saat tinggal bersama keluarganya, dia dilarang belajar membaca dan menulis. ”Saya melakukan semua hal di rumah, memasak, membersihkan seluruh rumah, dan mereka akan memperlakukan saya dengan buruk, seolah-olah saya adalah seorang budak,”ucap Spozhmai .
Dalam permohonannya ke Karzai pekan lalu, gadis itu berujar; ”Saya tidak akan kembali ke sana (pulang). Tuhan tidak menciptakan saya menjadi seorang pembom bunuh diri. Saya meminta presiden untuk menempatkan saya di tempat yang baik.”
Gadis yang dikenal dengan nama Spozhmai itu, juga dilarang keluarganya belajar membaca dan menulis. Kepada kantor berita BBC, yang dilansir Senin (13/1/2014), gadis yang mengenakan rompi bom bunuh diri di dekat kantor polisi di Provinsi Helmand, Afghanistan, mengaku ditekan kakak dan ayahnya. Kakak, gadis kecil itu merupakan salah satu komandan Taliban.
Spozhmai telah memohon kepada Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, agar diberi tempat perlindungan yang baru. Seorang juru bicara presiden, mengatakan, gadis itu bisa dipulangkan ke keluarganya, jika pemimpin suku menjamin keselamatannya.
Gadis itu mengaku, diminta ayahnya untuk pulang. Tapi dia menolak, karena takut. ”Saya akan bunuh diri daripada pulang dengan Anda,” kata gadis itu, mengacu pada permintaan ayahnya.
Saat tinggal bersama keluarganya, dia dilarang belajar membaca dan menulis. ”Saya melakukan semua hal di rumah, memasak, membersihkan seluruh rumah, dan mereka akan memperlakukan saya dengan buruk, seolah-olah saya adalah seorang budak,”ucap Spozhmai .
Dalam permohonannya ke Karzai pekan lalu, gadis itu berujar; ”Saya tidak akan kembali ke sana (pulang). Tuhan tidak menciptakan saya menjadi seorang pembom bunuh diri. Saya meminta presiden untuk menempatkan saya di tempat yang baik.”
(mas)