Korsel bayar USD866,6 juta untuk penempatan pasukan AS
Senin, 13 Januari 2014 - 01:07 WIB
Korsel bayar USD866,6 juta untuk penempatan pasukan AS
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Korea Selatan (Korsel) setuju untuk membayar sekitar USD866,6 juta untuk biaya penempatan pasukan Amerika Serikat (AS) di negara itu, yang dimaksudkan untuk membantu mencegah ancaman dari Korea Utara (Korut).
Kementerian Luar Negeri Korsel menyatakan, setelah berbulan-bulan bernegosiasi dengan AS, disepakati nilai konrtribusi tahun ini naik 5,8 persen dibanding tahun lalu.
“Kedua sekutu juga menyepakati peningkatan tahunan maksimum 4 persen sampai 2018,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel, Cho Tai-young, seperti dikutip dari AFP. Sejak 1991, Korsel dan AS telah sepakat berbagi beban soal biaya penempatan 28 ribu pasukan AS di Korsel.
Perjanjian kali ini adalah yang ke 9, yang masih membutuhkan persetujuan Parlemen Korsel di Seoul. “Kami mencoba untuk menghasilkan angka yang masuk akal untuk membujuk warga Korsel dan anggota parlemen kami, dengan mempertimbangkan beban keuangan kami, serta kondisi untuk stabilisasi penempatan tentara AS," ujar Tai-young.
Hingga kini, Korsel memang masih terus mewaspadai ancaman dari Korut. Kepala pertahanan Seoul, Kim Kwan-Jin telah memperingatkan, bahwa Korut mungkin akan melancarkan provokasi bersenjata pada awal tahun ini.
Kementerian Luar Negeri Korsel menyatakan, setelah berbulan-bulan bernegosiasi dengan AS, disepakati nilai konrtribusi tahun ini naik 5,8 persen dibanding tahun lalu.
“Kedua sekutu juga menyepakati peningkatan tahunan maksimum 4 persen sampai 2018,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korsel, Cho Tai-young, seperti dikutip dari AFP. Sejak 1991, Korsel dan AS telah sepakat berbagi beban soal biaya penempatan 28 ribu pasukan AS di Korsel.
Perjanjian kali ini adalah yang ke 9, yang masih membutuhkan persetujuan Parlemen Korsel di Seoul. “Kami mencoba untuk menghasilkan angka yang masuk akal untuk membujuk warga Korsel dan anggota parlemen kami, dengan mempertimbangkan beban keuangan kami, serta kondisi untuk stabilisasi penempatan tentara AS," ujar Tai-young.
Hingga kini, Korsel memang masih terus mewaspadai ancaman dari Korut. Kepala pertahanan Seoul, Kim Kwan-Jin telah memperingatkan, bahwa Korut mungkin akan melancarkan provokasi bersenjata pada awal tahun ini.
(esn)