Serangan bom barel dikecam PBB, Assad dibela Rusia
Kamis, 09 Januari 2014 - 12:29 WIB
Serangan bom barel dikecam PBB, Assad dibela Rusia
A
A
A
Sindonews.com - Rusia kembali memblokir pernyataan kecaman Dewan Keamanan PBB terhadap serangan bom barel yang dilakukan pasukan Presiden Suriahh Bashar al-Assad.
Pembelaan Rusia terhadap sekutunya, Assad, itu merupakan yang kesekian kali. Sebelumnya, bersama China, Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang hendak menjatuhkan sanksi kepada rezim Pemerintah Assad atas tuduhan serangan senjata kimia Agustus 2013 lalu.
“Dewan tidak bisa mencapai kesepakatan pada hari Rabu, karena ada perubahan yang diusulkan oleh Rusia. Ini jelas sudah dirancang Rusia untuk merampas sikap dari Dewan Keamanan PBB untuk apa yang terjadi di Aleppo,” kata seorang diplomat PBB yang diwawancarai dengan syarat anonim, seperti dikutip Reuters, Kamis (9/1/2014).
Perwakilan dari Inggris untuk PBB menyebut, serangan bom barel yang berlangsung berhari-hari di Aleppo, sejak 15 Desember 2013 sudah menewaskan lebih dari 700 orang.
Pemerintah Suriah mengatakan, serangan itu dilakukan setelah pemberontak mengontrol sebagian besar wilayah Aleppo, satu dari 11 kota terbesar Suriah yang menjadi pusat bisnis.
Sementara itu, juru bicara Rusia untuk PBB menolak berkomentar atas pemblokiran kecaman Dewan Keamanan PBB terhadap serangan bom barel yang dilakukan pasukan Assad di Aleppo.
Pembelaan Rusia terhadap sekutunya, Assad, itu merupakan yang kesekian kali. Sebelumnya, bersama China, Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang hendak menjatuhkan sanksi kepada rezim Pemerintah Assad atas tuduhan serangan senjata kimia Agustus 2013 lalu.
“Dewan tidak bisa mencapai kesepakatan pada hari Rabu, karena ada perubahan yang diusulkan oleh Rusia. Ini jelas sudah dirancang Rusia untuk merampas sikap dari Dewan Keamanan PBB untuk apa yang terjadi di Aleppo,” kata seorang diplomat PBB yang diwawancarai dengan syarat anonim, seperti dikutip Reuters, Kamis (9/1/2014).
Perwakilan dari Inggris untuk PBB menyebut, serangan bom barel yang berlangsung berhari-hari di Aleppo, sejak 15 Desember 2013 sudah menewaskan lebih dari 700 orang.
Pemerintah Suriah mengatakan, serangan itu dilakukan setelah pemberontak mengontrol sebagian besar wilayah Aleppo, satu dari 11 kota terbesar Suriah yang menjadi pusat bisnis.
Sementara itu, juru bicara Rusia untuk PBB menolak berkomentar atas pemblokiran kecaman Dewan Keamanan PBB terhadap serangan bom barel yang dilakukan pasukan Assad di Aleppo.
(mas)