7 orang dibekuk atas pembunuhan eks Miss Venezuela
Kamis, 09 Januari 2014 - 10:35 WIB
7 orang dibekuk atas pembunuhan eks Miss Venezuela
A
A
A
Sindonews.com - Polisi Venezuela menangkap tujuh orang termasuk seorang wanita dan dua remaja atas pembunuhan brutal terhadap mantan Miss Venezuela, dan pasangannya.
Mantan ratu kecantikan Venezuela, Monica Spear, 29, dan pasangannya ditembak mati di mobilnya, dalam aksi perampokan.
Spear, 29, dan Thomas Henry Berry, ditembak mati di depan anaknya yang berusia lima tahun, Senin malam lalu. Saat insiden terjadi, keluarga itu berada di dalam mobil dan sekelompok orang bersenjata mengumbar tembakan yang menewaskan pasangan itu.
“Tujuh orang ditangkap terkait serangan itu,” kata pihak Kejaksaan Caracas, seperti dikutip AFP, Kamis (9/1/2014). Kasus pembunuhan mantan Miss Venezuela itu mendapat perhatian khusus Presiden Nicolas Maduro.
Maduro bersumpah untuk menghukum pelaku kekerasan di negaranya, termasuk dengan cara “tangan besi”.
”Tidak ada yang bisa berdiri dengan lengan disilangkan.Pembunuhan, kejahatan kekerasan, dan pembantaian wanita muda Venezuela dengan suaminya itu merupakan pukulan bagi kita semua,” ucap Maduro. ”Kita semua harus merasa bertanggung jawab.”
Mantan ratu kecantikan Venezuela, Monica Spear, 29, dan pasangannya ditembak mati di mobilnya, dalam aksi perampokan.
Spear, 29, dan Thomas Henry Berry, ditembak mati di depan anaknya yang berusia lima tahun, Senin malam lalu. Saat insiden terjadi, keluarga itu berada di dalam mobil dan sekelompok orang bersenjata mengumbar tembakan yang menewaskan pasangan itu.
“Tujuh orang ditangkap terkait serangan itu,” kata pihak Kejaksaan Caracas, seperti dikutip AFP, Kamis (9/1/2014). Kasus pembunuhan mantan Miss Venezuela itu mendapat perhatian khusus Presiden Nicolas Maduro.
Maduro bersumpah untuk menghukum pelaku kekerasan di negaranya, termasuk dengan cara “tangan besi”.
”Tidak ada yang bisa berdiri dengan lengan disilangkan.Pembunuhan, kejahatan kekerasan, dan pembantaian wanita muda Venezuela dengan suaminya itu merupakan pukulan bagi kita semua,” ucap Maduro. ”Kita semua harus merasa bertanggung jawab.”
(mas)