Polisi Kamboja tembakkan AK-47, 3 buruh tewas
Jum'at, 03 Januari 2014 - 13:42 WIB
Polisi Kamboja tembakkan AK-47, 3 buruh tewas
A
A
A
Sindonews.com – Demonstrasi para buruh garmen di Kamboja yang berlangsung sejak kemarin, berujung ricuh. Para saksi mata menyebut, polisi menembaki para buruh yang berdemo dengan senapan AK-47, dan menewaskan tiga orang.
Demo buruh yang didukung partai oposisi Kamboja iu menutut pemerintah menaikkan upah buruh dua kali lipat. Wartawan dan aktivis HAM setempat yang menjadi saksi mata mengatakan, polisi menambakkan senapan AK-47 pada Jumat (3/1/2014) ke arah demonstran.
Musbabnya, para demonstran yang jumlahnya ratusan orang itu memblokir jalan di selatan Ibukota Phnom Penh. Mereka membakar ban dan melemparkan sejumlah barang ke arah polisi. Beberapa buruh terluka setelah polisi melepaskan tembakan.
Wakil komisaris polisi Phnom Penh, Chuon Narin, mengatakan, bahwa tiga orang telah tewas dan beberapa lainnya luka-luka di ibukota. Al-Jazeera melaporkan, bentrokan terjadi sehari setelah aparat keamanan Kamboja meredam paksa demonstrasi para buruh.
Demonstrasi ricuh yang menelan korban jiwa itu, juga bersamaan dengan krisis politik yang tengah memanas di Kamboja. Di mana, Partai Penyelamat Nasional Kamboja yang merupakan kubu oposisi mendesak Perdana Menteri Hun Sen lengser dan menyerukan pemilu baru.
Hun Sen dan partainya memenangkan dalam pemilu Juli 2013 lalu yang sekaligus melanggengkan kekuasannya selama 28 tahun. Namun, pemimpin oposisi Sam Rainsy menuduh kubu Hun Sen berbuat curang, dan menolak hasil pemilu.
Demo buruh yang didukung partai oposisi Kamboja iu menutut pemerintah menaikkan upah buruh dua kali lipat. Wartawan dan aktivis HAM setempat yang menjadi saksi mata mengatakan, polisi menambakkan senapan AK-47 pada Jumat (3/1/2014) ke arah demonstran.
Musbabnya, para demonstran yang jumlahnya ratusan orang itu memblokir jalan di selatan Ibukota Phnom Penh. Mereka membakar ban dan melemparkan sejumlah barang ke arah polisi. Beberapa buruh terluka setelah polisi melepaskan tembakan.
Wakil komisaris polisi Phnom Penh, Chuon Narin, mengatakan, bahwa tiga orang telah tewas dan beberapa lainnya luka-luka di ibukota. Al-Jazeera melaporkan, bentrokan terjadi sehari setelah aparat keamanan Kamboja meredam paksa demonstrasi para buruh.
Demonstrasi ricuh yang menelan korban jiwa itu, juga bersamaan dengan krisis politik yang tengah memanas di Kamboja. Di mana, Partai Penyelamat Nasional Kamboja yang merupakan kubu oposisi mendesak Perdana Menteri Hun Sen lengser dan menyerukan pemilu baru.
Hun Sen dan partainya memenangkan dalam pemilu Juli 2013 lalu yang sekaligus melanggengkan kekuasannya selama 28 tahun. Namun, pemimpin oposisi Sam Rainsy menuduh kubu Hun Sen berbuat curang, dan menolak hasil pemilu.
(mas)