Suriah menang berkat bantuan Rusia, Iran & China
Rabu, 01 Januari 2014 - 01:14 WIB
Suriah menang berkat bantuan Rusia, Iran & China
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Suriah mengakui, “kemenangan” diplomatik yang membuat negara itu tidak jadi digempur militer asing, karena bantuan sekutu-sekutu Suriah. Perdana Menteri Suriah, Wael al-Halqi menyebut, sekutu-sekutu Suriah yang berjasa itu, antara lain, Rusia, Iran dan China.
”Hubungan antara Suriah dan Iran kuat dan tangguh, begitu juga hubungan persahabatan dengan negara-negara lain, termasuk Rusia dan sejumlah negara lain,” kata Halqi mengacu kepada Brasil, India dan China.
Halqi mengakui, Suriah secara tidak langsung berutang budi kepada Rusia dan China yang memveto resolusi Dewan Keamanan PBB, ketika menyalahkan rezim Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad dalam perang sipil d negara itu. ”Dengan tegak, Suriah memenangkan secara diplomatik, menang di periode sebelumnya,” lanjut Halqi, Selasa (31/12/2013) seperti dikutip AFP.
Menurutnya, tanpa dukungan dari sekutu-sekutu Suriah itu, negaranya akan mendapat banyak tekanan dan agresi dari asing, terutama Amerika Serikat. Ancaman agresi itu muncul, sebagai reaksi atas serangan senjata kimia pada Agustus 2013 lalu di dekat Damaskus yang diklaim menewaskan ratusan orang.
”Keputusan paling penting dan bersejarah adalah keputusan Presiden Suriah Bashar al - Assad untuk mematuhi Konvensi Senjata Kimia,” imbuh Halqi. ”Dukungan dari negara-negara sahabat yang dipimpin oleh Rusia, China dan Iran memungkinkan kita untuk terlibat dalam perjanjian penghancuran senjata kimia.”
”Hubungan antara Suriah dan Iran kuat dan tangguh, begitu juga hubungan persahabatan dengan negara-negara lain, termasuk Rusia dan sejumlah negara lain,” kata Halqi mengacu kepada Brasil, India dan China.
Halqi mengakui, Suriah secara tidak langsung berutang budi kepada Rusia dan China yang memveto resolusi Dewan Keamanan PBB, ketika menyalahkan rezim Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad dalam perang sipil d negara itu. ”Dengan tegak, Suriah memenangkan secara diplomatik, menang di periode sebelumnya,” lanjut Halqi, Selasa (31/12/2013) seperti dikutip AFP.
Menurutnya, tanpa dukungan dari sekutu-sekutu Suriah itu, negaranya akan mendapat banyak tekanan dan agresi dari asing, terutama Amerika Serikat. Ancaman agresi itu muncul, sebagai reaksi atas serangan senjata kimia pada Agustus 2013 lalu di dekat Damaskus yang diklaim menewaskan ratusan orang.
”Keputusan paling penting dan bersejarah adalah keputusan Presiden Suriah Bashar al - Assad untuk mematuhi Konvensi Senjata Kimia,” imbuh Halqi. ”Dukungan dari negara-negara sahabat yang dipimpin oleh Rusia, China dan Iran memungkinkan kita untuk terlibat dalam perjanjian penghancuran senjata kimia.”
(mas)